Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan jet tempur generasi kelima antara Indonesia dan Turki, dalam ajang Indo Defence Expo & Forum 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
MoU strategis ini ditandatangani oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala Sekretariat Industri Pertahanan Republik Turki, Haluk Gorgun, pada Rabu (11/6). Turut hadir dalam seremoni tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Budi Gunawan.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, pada April 2025 lalu. Dalam pertemuan itu, kedua negara menyepakati kemitraan strategis di bidang pertahanan, khususnya dalam pengembangan jet tempur generasi kelima dan kapal selam.
"Kita juga memiliki kesepakatan untuk membuat joint venture yang penting antara perusahaan pertahanan strategis di antara dua negara kita," tutur Prabowo dalam konferensi pers bersama Erdogan di Ankara, Kamis (10/4).
Indonesia secara resmi menyampaikan minat untuk bergabung dalam program jet tempur generasi kelima KAM (Kaan Advanced Multirole Aircraft) yang dikembangkan Turki.
"Kita sangat terima kasih, Indonesia berkeinginan untuk ikut serta dalam kerja sama pengembangan jet tempur generasi kelima KAM dan juga dalam pembangunan pengembangan kapal selam bersama industri Turki," ujar Prabowo.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan, Indonesia berkomitmen kuat untuk mempererat hubungan bilateral dengan Turki di berbagai sektor, terutama pertahanan.
"Saya menyampaikan terima kasih atas keterbukaan Presiden Erdogan dan Pemerintah Turki dalam menerima kami, menerima dan mendorong kerja sama antara Indonesia dan Turki," pungkasnya.