Prabowo Ceritakan Kekaguman Presiden Singapura Terhadap Warga Indonesia, Pernah Ditolong Anak Kecil saat Kesasar di Sulawesi

Saat itu, Tharman dikatakan Prabowo, tidak bisa melupakan kejadian dialaminya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Prabowo Ceritakan Kekaguman Presiden Singapura Terhadap Warga Indonesia, Pernah Ditolong Anak Kecil saat Kesasar di Sulawesi
Prabowo Ceritakan Kekaguman Presiden Singapura Terhadap Warga Indonesia, Pernah Ditolong Anak Kecil saat Kesasar di Sulawesi (Merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menceritakan kisah Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam semasa muda saat berkunjung ke Indonesia.

Saat itu, menurut Prabowo, Tharman bersama istrinya berkeliling atau melakukan backpacker di wilayah Sumatra dan Sulawesi. Dalam perjalanannya ke Sumatra dan Sulawesi, Tharman dan istri terkena hujan badai. Keduanya bertemu dengan anak kecil di pertengahan sawah.

Cerita itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

"Mereka kesasar, tahu-tahu ketemu anak kecil, anak kecil membawa mereka ke rumah orang tuanya. Di Bugis, di Sulawesi Selatan sana, saya tidak tahu namanya apa, dukuh. Ya, hanya kelompok empat, lima rumah. Diajak ke dalam, ketemu orang tuanya," kata Prabowo dalam sambutan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.

Kagum Keramahan Warga Indonesia

Saat itu, Tharman dikatakan Prabowo, tidak bisa melupakan kejadian dialaminya. Bahkan untuk melupakan kebaikan dilakukan keluarga anak kecil tersebut. Pengalaman Tharman itu diceritakan kepada Prabowo.

"Ternyata, ini Presiden Singapura cerita sama saya, dia bilang, 'Saya tidak bisa lupa rakyatmu.' Kami diajak duduk, mereka sangat-sangat miskin. Kami lihat dia hanya makan apa itu? Satu apa itu? Satu nampan beras, nasi, dengan pisang, itu dibagi ke tamu dulu, ini sifat bangsa kita," kata Prabowo.

Prabowo juga mengakui rakyat Indonesia sangat ramah dan baik. Pengalaman itu dirasakannya saat masih menjadi prajurit TNI.

"Saya mengalami, sebagai perwira muda, prajurit muda, rakyat kita di mana-mana keluar memberi sesuatu yang bagi mereka sangat, sangat susah," sambung Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menegaskan, apa yang dialami oleh Tharman itu terjadi pada 30 tahun silam.

"Sekarang rakyat kita masih banyak yang hanya makan nasi mungkin dengan daun singkong, mungkin hanya dengan garam," pungkasnya.



Rekomendasi