Prabowo Bersyukur Diajak Jokowi Masuk Kabinet, Ingatkan Semua Pihak Jangan Jadi Pendendam dan Pembenci

Selama lima tahun menjabat di kabinet Jokowi, Prabowo mengisi posisi sebagai Menteri Pertahanan.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Bersyukur Diajak Jokowi Masuk Kabinet, Ingatkan Semua Pihak Jangan Jadi Pendendam dan Pembenci
Presiden Prabowo dan Jokowi (@merdeka.com)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa syukurnya karena dapat bergabung dalam kabinet Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menjabat sebagai presiden ketujuh Republik Indonesia untuk periode 2019-2024. Ia merasakan pengalaman tersebut sebagai masa magang selama lima tahun di pemerintahan.

"Saya bersyukur saya mendapat kesempatan, saya diajak bergabung dalam pemerintah Presiden Joko Widodo selama lima tahun. Selama lima tahun saya masuk ke dalam kekuasaan eksekutif. Jadi bagi saya lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran," ungkap Prabowo pada perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet Jokowi, Prabowo mengungkapkan niatnya untuk mengajak beberapa menteri dari kabinet Jokowi jika ia terpilih sebagai Presiden RI.

"Tapi saya waktu masuk ruang kabinet saya melihat dan saya katakan, seandainya saya menang sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya," jelasnya.

"Dan itu terbukti begitu saya jadi presiden ya banyak dari mereka yang saya ajak bergabung dalam Kabinet Merah Putih ini," tambah Prabowo.

Setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029, Prabowo Subianto mengumumkan susunan kabinet yang dinamakan Kabinet Merah Putih. Dalam kabinet tersebut, terdapat beberapa nama yang merupakan mantan menteri di era kepemimpinan Jokowi.

Prabowo menjelaskan bahwa pemilihan tersebut didasari oleh fakta bahwa Indonesia adalah negara yang besar, sehingga memerlukan individu-individu terbaik untuk menjalankan pemerintahan. Dia percaya bahwa para menteri yang berasal dari era Jokowi bukanlah orang sembarangan dan memiliki kemampuan untuk membantunya dalam mengelola negara.

"Begitu saya jadi presiden ya banyak dari mereka yang saya ajak bergabung dalam Kabinet Merah Putih ini. Banyak dari mereka masih tetap saya ajak. Kenapa? Karena memimpin, mengelola, dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini harus terdiri dari putra-putri terbaik. Tidak bisa, tidak bisa kita sembarangan," pungkas Prabowo.

Prabowo mengingatkan semua pihak untuk tidak menjadi sosok yang pendendam dan mudah sakit hati. Prabowo tak mempermasalahkan saat dirinya kalah dalam beberapa kali pemilihan presiden (Pilpres).

Prabowo mengaku sudah melupakan kekalahannya di Pilpres dan tak dendam dengan pihak lain. Dia menyebut sifat-sifat tersebut dipegangnya sejak masih berusia muda.

"Aku kalah pilpres berapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci. Dan itu saya, saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu," kata Prabowo saat perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dia mengutip salah satu kutipan ajaran Nasrani dalam khotbah Yesus di Alkitab (Matius 5:39) yakni, "Ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan". Ajaran tersebut bermakna agar semua orang saling memaafkan.

"Keluarga saya sebagian itu Nasrani. Tapi kadang-kadang kalau ajaran Nasrani yang paling pokok ya, Monsinyur kalau tidak salah ya pendeta, yang paling pokok adalah kalau pipi kiri kita ditempeleng kita harus kasih pipi kanan, betul?. Betul ya? Betul," tuturnya.

"Kalau ditempeleng pipi kiri harus kasih pipi kanan, harus memaafkan, kan begitu kan? Forgive those that trespass against us, bener nggak?" sambung Prabowo.

Dia meyakini semua ajaran agama juga mengajarkan agar tidak menjadi pendendam dan saling memaafkan. Prabowo menyampaikan dirinya selalu ingin mencari kebaikan dibandingkan ketidakbaikan.

"Jadi saya sebenarnya ya bagi saya itu selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan. Saya ingin cari persatuan daripada perpecahan. Kalau masuk ke dalam kancah politik pasti persaingan sangat ketat," jelas Prabowo.

Prabowo menceritakan anggota keluarganya yang marah karena dirinya pemaaf. Namun, Prabowo tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menjadi pendendam demi persatuan Indonesia.

"Jadi saya kadang-kadang kalau di keluarga saya beberapa saudara saya malah apa itu suka marah sama saya: 'Bowo kamu kenapa selalu dia dulu begini-begini-in kamu?'. Saya bilang itu kan dulu, sekarang keadaannya harus bersatu, harus bekerja sama," pungkas Prabowo.

Rekomendasi