Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi, Sumatera Barat, mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Fokus utama pengamanan adalah objek-objek wisata di kota tersebut, yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Sumbar dan nasional.
Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, yang telah dimulai sejak 13 Maret 2026. Polresta Bukittinggi mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah yang diperkirakan akan memadati kota kelahiran Bung Hatta ini.
Kapolresta Bukittinggi Kombes Polisi Ruly Indra Wijayanto menegaskan komitmen untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sebanyak 215 personel polisi disiagakan dan telah tersebar di tujuh pos pengamanan strategis di wilayah hukum Polresta setempat.
Advertisement
Advertisement
Bukittinggi memiliki daya tarik wisata yang beragam, mulai dari situs sejarah hingga keindahan alam yang memukau. Objek-objek seperti Lobang Jepang, Jam Gadang, dan Museum Kelahiran Bung Hatta menjadi magnet utama bagi wisatawan.
Selain itu, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Benteng Fort De Kock, Jembatan Limpapeh, serta Panorama Ngarai Sianok juga diprediksi akan ramai dikunjungi. Polresta Bukittinggi memastikan semua area ini tercover dalam rencana pengamanan Operasi Ketupat 2026.
Pengamanan ini bertujuan untuk mencegah tindak kriminalitas, mengatur kelancaran lalu lintas, dan memastikan pengalaman liburan yang menyenangkan bagi semua pengunjung. Peningkatan kunjungan perantau dari berbagai wilayah juga menjadi perhatian khusus dalam strategi ini.
Advertisement
Advertisement
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polresta Bukittinggi mengerahkan total 215 personel. Personel ini akan bertugas di berbagai titik strategis untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik.
Kapolresta Ruly Indra Wijayanto menyebutkan bahwa tujuh pos telah didirikan untuk mendukung kelancaran operasi. Pos-pos tersebut terdiri dari dua pos pengamanan, empat pos pelayanan, dan satu pos pengamanan terpadu.
Keberadaan pos-pos ini sangat krusial sebagai pusat informasi, bantuan, dan respons cepat terhadap situasi darurat. Personel juga diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima dengan mengedepankan sikap humanis kepada masyarakat dan pemudik.
Advertisement
Advertisement
Libur Idul Fitri selalu menjadi momen puncak kunjungan ke Bukittinggi, dengan banyak perantau yang pulang kampung dan memanfaatkan waktu untuk berwisata. Peningkatan jumlah pengunjung ini membawa potensi kepadatan di pusat keramaian dan tantangan keamanan.
Polresta Bukittinggi berupaya memitigasi risiko tersebut dengan pengamanan yang terstruktur dan terkoordinasi. Rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai instansi terkait juga telah dilaksanakan untuk memperkuat sinergitas.
Pengamanan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif, meningkatkan citra Bukittinggi sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. Langkah ini juga mendukung sektor pariwisata lokal dan memastikan roda ekonomi tetap berputar selama periode liburan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews