Polres Jayapura, melalui Subsatgas Si-Ipar (polisi pi atau pergi ajar), tengah menjajaki sebuah inisiatif penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini berfokus pada pemberian Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) kepada warga yang telah berhasil menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Langkah progresif ini diharapkan dapat memberikan pengakuan formal atas kemampuan literasi dasar yang telah dicapai para peserta didik.
Rencana pemberian SUKMA ini secara khusus ditujukan kepada mama-mama yang menjadi peserta didik dalam kegiatan Operasi Rasaka Cartenz 2025 yang diselenggarakan oleh Subsatgas Si-Ipar Polres Jayapura. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan taraf pendidikan dasar. Koordinasi intensif sedang dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura untuk memastikan legalitas dan keberlanjutan program ini.
Kasubsatgas Si-Ipar Polres Jayapura, AKP Yonias Purwanto, menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pengakuan dan motivasi kepada mama-mama yang telah berjuang keras. Pengakuan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga menjadi bukti nyata komitmen Polres Jayapura dalam mendukung pendidikan dan literasi di wilayahnya.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Si-Ipar dan Program Peningkatan Literasi
Subsatgas Si-Ipar Polres Jayapura secara aktif menjalankan program pendidikan dasar yang menyasar kelompok rentan di masyarakat. Kegiatan belajar mengajar ini dilaksanakan di Kompleks Bahtera Hebron, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Jayapura. Fokus utama program ini adalah peningkatan literasi serta edukasi dasar bagi anak-anak putus sekolah dan mama-mama yang belum memiliki kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang memadai.
Program Si-Ipar ini merupakan bagian dari Operasi Rasaka Cartenz 2025, sebuah operasi yang memiliki cakupan luas dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan dampak positif. Kegiatan pembelajaran rutin diadakan dua kali seminggu, yaitu setiap hari Rabu dan Jumat. Konsistensi jadwal ini memastikan peserta didik mendapatkan bimbingan yang berkelanjutan dan efektif.
AKP Yonias Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga membangun hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Anggota Polri yang tergabung dalam Subsatgas Si-Ipar berperan sebagai pengajar, menunjukkan dedikasi mereka di luar tugas kepolisian konvensional. Mereka berupaya keras untuk memastikan setiap peserta didik, khususnya mama-mama, dapat mencapai tingkat literasi yang diharapkan.
Advertisement
Advertisement
Koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk SUKMA
Langkah krusial dalam realisasi pemberian SUKMA adalah koordinasi yang sedang berlangsung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk mendapatkan legitimasi dan pengakuan resmi atas Surat Keterangan Melek Aksara yang akan diberikan. Pengakuan dari dinas pendidikan akan meningkatkan nilai dan manfaat SUKMA bagi para penerimanya.
AKP Yonias menambahkan bahwa saat ini sudah ada sejumlah mama-mama binaan Subsatgas Si-Ipar Polres Jayapura yang telah dinyatakan mampu membaca, menulis, dan berhitung dengan lancar. Keberhasilan ini menjadi dorongan kuat bagi Polres Jayapura untuk segera meresmikan pemberian SUKMA. Surat keterangan ini diharapkan dapat menjadi bukti kompetensi dasar yang dapat digunakan dalam berbagai aspek kehidupan mereka.
Pemberian SUKMA ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah formalitas, tetapi juga simbol keberhasilan dalam upaya peningkatan literasi di Jayapura. Dengan adanya pengakuan resmi, mama-mama yang telah melek aksara dapat lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar. Inisiatif Polres Jayapura jajaki SUKMA ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pendidikan non-formal dan pemberdayaan masyarakat.
Advertisement
Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui peningkatan kualitas pendidikan. Dengan adanya SUKMA, diharapkan akan semakin banyak warga, khususnya mama-mama, yang memiliki akses lebih baik terhadap informasi dan peluang ekonomi. Ini adalah langkah nyata menuju masyarakat yang lebih berdaya dan mandiri di Jayapura.
Sumber: AntaraNews