Kepolisian Resor Garut mengambil langkah proaktif dalam mengatasi kepadatan lalu lintas pada momen libur Tahun Baru 2026. Sistem satu arah diberlakukan secara situasional untuk menguras arus kendaraan yang bergerak dari jalur wisata wilayah Kabupaten Garut menuju Bandung. Kebijakan ini diterapkan pada Kamis, 1 Januari 2026, menyusul peningkatan volume kendaraan yang signifikan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa arus kendaraan mulai terpantau ramai sejak siang hari. Kepadatan ini terjadi baik dari arah Garut menuju Bandung maupun sebaliknya, sehingga rekayasa lalu lintas menjadi krusial untuk menjaga kelancaran. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan mengurangi potensi kemacetan parah.
Meskipun demikian, Iptu Aang Andi Suhandi mengonfirmasi bahwa kondisi lalu lintas pada malam hari sudah kembali lancar. Ia menyatakan, "Malam ini arus kendaraan sudah lancar, tadi Magrib sudah clear." Pernyataan ini menunjukkan efektivitas kebijakan satu arah dalam waktu singkat.
Advertisement
Advertisement
Kondisi lalu lintas di Garut mengalami peningkatan volume yang cukup tajam, terutama di jalur-jalur yang mengarah ke destinasi wisata populer. Salah satunya adalah kawasan Cipanas, yang menjadi magnet bagi para pelancong. Lonjakan kendaraan juga terjadi dari wisatawan yang telah selesai berlibur dan mulai meninggalkan hotel serta objek wisata, menambah kepadatan di jalur utama menuju Bandung.
Untuk mengurai kepadatan Arus Balik Garut Bandung ini, sistem satu arah diberlakukan di beberapa titik strategis. Rekayasa lalu lintas ini mencakup area dari Tarogong menuju Leles, serta dari Kadungora hingga perbatasan Bandung. Penerapan sistem ini dilakukan secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi kepadatan yang terjadi di lapangan.
Sebagai contoh, kegiatan one way di jalur Kadungora dilaksanakan pada pukul 17.10 hingga 17.25 WIB. Pemberlakuan satu arah selama 15 menit ini difokuskan dari arah Garut menuju Bandung, dengan titik pending di Rumah Makan Layung Sari. Langkah-langkah taktis seperti ini sangat vital untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berlebihan.
Advertisement
Advertisement
Pemberlakuan sistem satu arah di jalur utama terbukti ampuh dalam mengurai kepadatan lalu lintas. Metode ini memungkinkan arus kendaraan untuk tetap bergerak dan mencegah pengendara berdiam lama akibat kemacetan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa rekayasa lalu lintas yang tepat dapat sangat membantu dalam manajemen arus kendaraan di masa liburan.
Iptu Aang Andi Suhandi menegaskan bahwa penerapan sistem one way selalu dilakukan secara situasional. Pertimbangan utama adalah kondisi di lapangan, dengan tujuan utama untuk memperlancar pergerakan kendaraan dan menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan. Fleksibilitas dalam penerapan kebijakan menjadi kunci keberhasilan.
Selain di jalur provinsi dari wilayah destinasi wisata menuju Bandung, upaya penguraian kepadatan juga diperluas ke jalur nasional. Ini termasuk jalur dari Tasikmalaya menuju Bandung, menunjukkan koordinasi yang komprehensif dalam penanganan lalu lintas. Sejumlah personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya turut serta dalam pengamanan ini, memastikan kelancaran lalu lintas di hari libur Tahun Baru 2026.
Advertisement
Sumber: AntaraNews