Polres Cianjur Ultimatum Pedagang: Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Lebaran

Polres Cianjur dan Pemkab Cianjur bersinergi mengingatkan pedagang serta distributor agar tidak menaikkan harga pangan sembarangan jelang Idul Fitri 2026 demi stabilisasi harga pangan, siapkan sanksi hukum dan gerakan pangan murah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Cianjur Ultimatum Pedagang: Jaga Stabilisasi Harga Pangan Jelang Lebaran
Polres Cianjur dan Pemkab Cianjur bersinergi mengingatkan pedagang serta distributor agar tidak menaikkan harga pangan sembarangan jelang Idul Fitri 2026 demi stabilisasi harga pangan, siapkan sanksi hukum dan gerakan pangan murah. (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat, mengeluarkan peringatan tegas kepada para pedagang dan distributor. Peringatan ini bertujuan agar tidak ada pihak yang memainkan harga sembako sembarangan menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Tindakan hukum akan diterapkan secara tegas bagi siapa saja yang terbukti melanggar ketentuan tersebut.

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menyatakan pihaknya mengultimatum berbagai pihak, termasuk agen yang berupaya menaikkan harga. Kenaikan harga yang tidak wajar dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat menjelang hari raya besar. Oleh karena itu, langkah antisipasi ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketenangan warga.

Selain peringatan keras, Polres Cianjur juga aktif menggelar gerakan pangan murah di Taman Alun-alun Cianjur. Kegiatan ini menyediakan 1.500 paket sembako dengan harga di bawah standar pasar yang berlaku. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menekan lonjakan harga pangan yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

AKBP Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa proses hukum akan diberikan bagi pihak yang melanggar peringatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran agar tidak ada pihak yang dirugikan. Para agen hingga pedagang diimbau tidak memanfaatkan situasi hari raya untuk meraup keuntungan tidak wajar yang meresahkan.

Peringatan ini menjadi sinyal kuat dari aparat penegak hukum di Cianjur untuk menjaga ketertiban pasar. Tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dari praktik kartel, penimbunan, atau spekulasi harga. Langkah ini juga untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan yang cukup dan harga yang stabil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Polres Cianjur berkomitmen penuh untuk mengawasi pergerakan harga komoditas utama secara cermat. Pemantauan dilakukan secara intensif di berbagai pasar tradisional dan modern di wilayah Cianjur. Hal ini untuk mencegah spekulasi yang dapat merugikan masyarakat luas dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

Menjelang hari raya Idul Fitri, Polres Cianjur telah menginisiasi gerakan pangan murah sebagai salah satu upaya konkret. Kegiatan ini menyediakan 1.500 paket sembako yang dijual dengan harga sangat terjangkau. Harga setiap paket berada di bawah harga eceran tertinggi yang berlaku di pasaran.

Kapolres menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan ganda, yaitu meringankan beban warga Cianjur yang membutuhkan. Selain itu, upaya ini juga untuk menstabilkan harga agar tidak terjadi lonjakan signifikan. Tingkat pemakaian kebutuhan pokok biasanya meningkat drastis menjelang Lebaran, sehingga perlu ada intervensi pasar.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur juga melakukan hal serupa. Pemkab Cianjur telah mengadakan gerakan pangan murah dan bazar di sejumlah kecamatan strategis. Inisiatif ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang wajar dan mudah diakses.

Gerakan pangan murah dan bazar ini diharapkan dapat menekan kenaikan harga di pasar tradisional secara efektif. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri tanpa terbebani oleh harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Upaya kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi