Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi ungkap sindikat narkoba internasional telan 66 butir sabu

Polisi ungkap sindikat narkoba internasional telan 66 butir sabu Kapolri Tito Karnavian tanggapi status tersangka Ahok. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Satuan narkoba Bareskrim Polri bersama dengan pihak Bea Cukai mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional Nigeria-Tanzania-Malaysia-Indonesia. Dua pelaku ditembak mati dan satu pelaku seorang wanita ditangkap hidup-hidup.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jika jaringan ini pertama kali diungkap oleh petugas Bea Cukai yang lebih dulu menangkap seorang wanita WN Tanzania, Kessy Lilian. Dia diamankan di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 23.59 Wib.

"Kessy masuk ke Indonesia pakai Air Asia landing malam hari kemudian kecermatan berhasil menemukan 20 kapsul jenis sabu di dalam celana dalam tersangka," kata Tito dalam keterangan pers di RS Polri, Jakarta, Jumat (6/1).

Kepada petugas, selain menyimpan sabu di dalam celana dalam Kessy mengaku telah menelan 66 butir kapsul sabu. 66 butir kapsul sabu itu dia telan di Malaysia atas perintah kekasihnya Mr Bros (Edward) WN Uganda yang tinggal di Malaysia.

Tak hanya itu dalam pengembangan, Kessy yang merupakan seorang pekerja seks komersial (PSK) di China ini juga mengaku diperintah Mr Bros untuk segera pergi menuju Hotel New MG di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Sekitar Pukul 02.00 Wib, Kessy didampingi petugas gabungan melakukan komunikasi dengan Mr Bros. Dalam komunikasi itu, Mr Bros mengatakan jika pada Pukul 03.30 Wib, seorang temannya akan datang ke hotel dan mengambil barang haram tersebut.

Namun, teman Mr Bros belum juga datang bahkan nomor telepon yang diberikan ke Kessy tidak bisa dihubungi. Sekitar Pukul 06.00 Wib nomor telepon si penerima pil itu pun mulai aktif, dia menginfokan bahwa akan ada wanita Indonesia yang akan mengambil barang bukti narkoba tersebut.

Selama hampir empat jam Kessy melakukan proses pengeluaran kapsul, belum ada juga orang yang datang ke Hotel New MG. Sampai akhirnya, Kessy kembali dihubungi oleh pria tersebut dan mengatakan akan mengambil sendiri barang-barang haram itu di KFC Mall Sarinah, Jakarta Pusat.

"Pada Pukul 13.00 Wib, tim gabungan berhasil menangkap Chukwuebuka Cornelius Ifeanyi (CCI) WN Nigeria dan mengamankan satu buah handphone, dari hasil pengecekan history komunikasi ternyata memang sinkron dengan nomor hp Kessy," ujar Tito.

Kemudian, CCI diminta menunjukan lokasi jaringannya yang lain. Dia pun membawa tim gabungan ke Grya Mulia Kemayoran. Namun, saat hendak diturunkan, CCI mencoba melarikan diri dengan melakukan perlawanan fisik terhadap petugas.

Atas aksi itu, petugas lantas menghadiahi CCI dengan timah panas dan meninggal dunia. Tak hanya CCI, ternyata Kessy juga mendapat telepon dari seorang pria yang ingin mengambil barang haram tersebut.

Sama dengan CCI, pria yang diketahui bernama Malachy Chiwetalu Ayoga (MCA) ini juga meminta Kessy mengantarkan kapsul tersebut ke KFC Sarinah. Di lokasi, petugas berhasil menangkap MCA dan memintanya membawa ke jaringan lain.

"Saat menunjukan lokasi MCA juga melakukan perlawanan dan tim pun terpaksa melumpuhkannya hingga tewas," pungkas Tito.

Dari hasil pengungkapan ini, barang bukti yang disita di antaranya, 86 butir sabu dengan berat 610 gram. Satu buah bungkus plastik yang diduga berisi ganja dan beberapa dokumen semisal passport para tersangka.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP