Polisi Ungkap Pungli oleh Preman di Obyek Wisata Cipanas Garut

Senin, 10 Juni 2019 01:05 Reporter : Tim Merdeka
Polisi Ungkap Pungli oleh Preman di Obyek Wisata Cipanas Garut kapolres garut. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Resor Garut mengungkap praktik pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan sejumlah preman di kawasan objek wisata pemandian air panas Cipanas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Modusnya meminta uang parkir dan jasa pencucian mobil wisatawan yang berkunjung.

"Kami sudah berhasil mengamankan sejumlah pelaku, kasusnya cuci maksa," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna, di Garut, Minggu (9/6). Demikian dikutip Antara.

AKBP Budi menuturkan, jajarannya sudah beberapa kali mengimbau masyarakat sekitar wisata Cipanas Garut dan melalui tokoh masyarakat agar menjaga ketertiban, kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Namun kasus itu, kembali muncul. Polisi pun melakukan tindakan tegas dengan mengamankan pihak yang melakukan pungli di kawasan wisata tersebut.

"Kasusnya masih ditangani dan menjadi perhatian kami, agar jangan sampai terjadi lagi," katanya.

Dia menyampaikan, musim libur Lebaran seringkali banyak orang ingin berwisata, sehingga sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga citra positif Kabupaten Garut.

"Garut jadi sorotan wisata, banyak orang berbondong-bondong ke Garut untuk berwisata," katanya lagi.

Dia mengimbau wisatawan yang merasa dirugikan terutama ada kaitannya dengan tindak pidana, diminta untuk segera lapor ke polisi agar secepatnya ditindaklanjuti.

"Sekecil apa pun kalau ada yang berkenaan masalah gangguan keamanan segera laporkan, apalagi berkaitan dengan pidana," katanya pula.

Polres Garut selama ini tidak hanya operasi pengamanan Lebaran, tetapi sedang dilakukan operasi penyakit masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Selama operasi penyakit masyarakat, kata dia, tidak hanya mengamankan praktik pungli di tempat wisata, tetapi telah terungkap kasus lain seperti peredaran minuman keras, bahkan prostitusi.

"Premanisme, minuman keras, prostitusi juga masih ada, intinya kami masih dalami waktu Operasi Ketupat dan Pekat sampai sekarang masih terus dilakukan," kata Kapolres. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini