Polisi ungkap misteri pembunuhan tiga pedagang tokek
Merdeka.com - Polres Nias, Sumatera Utara, mengungkap misteri hilangnya tiga pedagang tokek asal Merek, Karo. Ketiganya dipastikan tewas dirampok lalu dibunuh.
Korban diidentifikasi sebagai Kolimarinus Zega, Jimmi Girsang, dan Rugun br Halolo. Ketiganya adalah pedagang yang ingin membeli tokek di Nias. Mereka dilaporkan hilang sejak 23 April 2012. Tulang belulang ketiga korban ditemukan di Dusun Hiliwaoya, Desa Gunung Tua, Tugala Oyo, Nias Utara.
"Kita temukan kemarin, Jumat (13/9). Kerangka itu dipastikan ketiga korban," ucap Kapolres Nias AKBP Mardiaz K Dwihananto saat dihubungi, Sabtu (14/9).
Kerangka korban ditemukan setelah polisi menangkap dua dari enam tersangka pembunuhan. Kedua tersangka yaitu Yusman Telaumbanua alias Ucok alias Jonius alias Doni dan Aris Telaumbanua alias Ama Gamawa.
"Mereka ditangkap di wilayah Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau. Empat tersangka lainnya masih diburu," jelas Mardiaz.
Dari fakta-fakta yang didapat polisi, sebelum hilang, Kolimarinus Zega, Jimmi Girsang, dan Rugun br Haloho dinyatakan tiba di Bandara Binaka Nias pada 23 April 2012. Mereka memberi kabar telah tiba di pulau itu kepada kerabatnya.
Ketiganya terbang ke Nias untuk membeli tokek besar yang ada di sana. Mereka diketahui membawa uang ratusan juta rupiah.
Setelah memberi kabar telah sampai di Nias, keberadaan ketiganya tidak jelas. Kerabatnya kemudian mengadu kehilangan pada 28 April 2012.
Berdasarkan pengaduan itu, polisi pun bergerak. Mereka memeriksa sejumlah saksi. Diperoleh informasi ketiganya dijemput 5 laki-laki. "Seorang di antaranya Yusman Telaumbanua," jelas Mardiaz.
Dalam penyelidikan polisi, Yusman menghilang dari tempat tinggalnya di Desa Hiliono Zega, Idanogawo, Nias. Keluarganya mengaku tidak mengetahui keberadaanya.
Polisi pun menganalisa rekaman data telepon Yusman. Dia pun akhirnya diketahui berada di Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau. "Kita bekerja sama dengan Polda Riau untuk menangkap Yusman dan abangnya Aris," jelas Mardiaz
Dari pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengakui pembunuhan itu. Aksi mereka dilakukan untuk mengambil uang korban.
Semula, Yusman menginformasikan kepada ketiga korban bahwa di Desa Gunung Tua terdapat tokek dengan bobot yang cukup berat sehingga memiliki harga jual tinggi di pasaran.
Setelah korban tiba di Bandara Binaka, tersangka bersama 3 tersangka lain berinisial MH, APH, dan AFH membawa sepeda motor untuk membonceng ketiga korban. Sesampainya di Desa Gunung Tua, sepeda motor dihentikan. Tersangka lain berinisial RH alias AS dan seorang lain yang tidak dikenal Yusman, sudah menunggu di sana.
Selanjutnya, mereka menghabisi korban dan membuang tubuh ketiganya ke jurang. Para tersangka kemudian kembali ke rumah masing-masing membawa barang-barang berharga milik para korban.
Berdasarkan pengakuan Yusman dan Aris, polisi pun mendatangi lokasi pembuangan tubuh korban. Mereka mendapati tiga jenazah yang sudah berbentuk tulang-belulang. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya