Polisi Ungkap Detik-Detik Rendang 200 Kg Willie Salim Lenyap Seketika saat Lampu Padam

Polisi sampai heran, warga pada nafsu menyerbu daging yang belum matang.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Polisi Ungkap Detik-Detik Rendang 200 Kg Willie Salim Lenyap Seketika saat Lampu Padam
Polisi Ungkap Detik-Detik Rendang 200 Kg Willie Salim Lenyap Seketika saat Lampu Padam (Merdeka.com)

Media sosial dihebohkan dengan hilangnya 200 kilogram daging sapi yang sedang dimasak rendang. Masak besar itu digelar konten kreator Willie Salim di Palembang, Selasa (18/3).

Sebelum menggelar acara, tim Willie Salim izin untuk menggelar masak rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Mereka membawa serta perlengkapan memasak di pinggir Sungai Musi itu.

Masak rendang tersebut dimulai langsung oleh Willie Salim yang dipersiapkan untuk menu berbuka puasa. Awalnya kondusif karena situasi belum terlalu ramai.

"Awalnya sempat desak-desakan karena ingin menonton tapi masih tertib," ungkap Kanit Binmas Polsek Ilir Barat I Palembang Iptu Rino Ardiansyah, Jumat (21/3).

Menjelang Magrib, warga mulai ramai berdatangan. Namun lokasi memasak tidak disiapkan pembatas sehingga warga bisa melihat dari dekat.

"Waktu Magrib itu, mas Willie istirahat sebentar, pas dia datang lagi tidak ada masalah apa-apa," kata Rino.

Sekitar pukul 19.15 WIB, warga makin memenuhi lokasi memasak. Situasi tak kondusif begitu lampu penerangan tiba-tiba padam.

"Nah saat itulah warga mengambil rendang itu, habis seketika," kata Rino.

Rino mengaku polisi tak dapat menahan warga mengambil rendang yang sedang dimasak itu. Apalagi warga menggunakan peralatan rumah tangga seperti ember, gayung, panci, dan lainnya untuk mengambil rendang.

"Situasinya tidak bisa dikendalikan lagi, semuanya habis tak tersisa," ujar Rino.

Usai kejadian, Willie Salim mengaku tidak menyesalkan rendang yang belum masak ludes diambil warga. Hanya saja dia menyesalkan sikap warga Palembang yang tak sabar menunggu benar-benar masak.

"Yang punya acara tidak menuntut, cuma menyayangkan, karena rendang itu belum masak. Saya juga tidak habis pikir, kok nafsu benar orang-orang mengambil rendang itu, sampai ludes seketika," pungkas Rino.

Rekomendasi