Polisi tembakkan gas air mata bubarkan demo mahasiswa di Samarinda
Merdeka.com - Aksi demo menentang kebijakan pemerintah yang dilakukan ratusan mahasiswa di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (12/1), berujung bentrok. Setelah dua kali menghadang konvoi mahasiswa menuju gedung DPRD Kalimantan Timur, polisi akhirnya menembakkan gas air mata, dan menangkap sejumlah mahasiswa.
Sejatinya aksi mahasiswa dari berbagai elemen membawa atribut antara lain BEM Universitas Mulawarman, KAMMI Kalimantan Timur, HMI, sudah dilakukan sejak pukul 10.00 WITA, di depan gedung DPRD Kalimantan Timur di Jalan Teuku Umar. Namun belakangan, mahasiswa tahu aksi mereka bakal dihadang aparat kepolisian, sehingga rencana aksi mereka pun diundur.
Rencana aksi terus berlanjut, dan mahasiswa bergerak menuju gedung DPRD Kalimantan Timur. Namun saat melintas di Jalan MT Haryono, mereka dihadang aparat. Alasannya, aksi mahasiswa tidak mengantongi izin. Tidak patah semangat, mahasiswa mengambil jalan memutar.
Konvoi mahasiswa memutar di Jalan Cendana. Saat berada di simpang tiga Jalan Ulin-Jalan Meranti sekira pukul 14.45 WITA, ratusan kepolisian memukul mundur dan membubarkan mahasiswa, dengan menembakkan gas air mata. Bentrok pun pecah dan mahasiswa pun lari kocar kacir. Tidak kurang dari 5 mahasiswa ditangkap.
Mahasiswa bergeming, kembali menyusun barisan, meski aksi mereka tertahan polisi. Terjadi negosiasi alot mahasiswa dengan Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Dandy. "Kami tidak bawa senjata Pak. Tujuan kami ke DPRD, cuma bawa bendera. Kalau kami anarkis di DPRD Kaltim, baru Bapak kami persilakan melakukan protap membubarkan kami," seru mahasiswa.
"Kami sudah ajukan pemberitahuan tentang aksi ini 2 hari lalu. Izin bagaimana yang dimaksud? Sebelumnya aksi kami juga tidak ada masalah," tambah mahasiswa.
"Kalian memang benar ada pemberitahuan aksi tapi kami tidak izinkan. Jadi sekarang kita ingatkan, bahwa pemberitahuan mesti dilakukan 3 hari sebelum aksi," jawab Dandy.
"Tidak perlu ke DPRD, gedung dewan lagi kosong, tidak ada anggota dewan," sebut Dandy.

Mahasiswa terus berorasi, meminta mereka dipersilakan menuju DPRD Kaltim. Akhirnya, sekira pukul 15.40 WITA, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi menemui mahasiswa. Eriadi kembali menerangkan, tidak ada anggota DPRD di gedung dewan.
"Percuma kan kalau menyampaikan aspirasi tidak ada anggota dewan?" sebut Eriadi.
Setelah nego berjalan alot, akhirnya mahasiswa diperkenankan melanjutkan konvoi jalan kaki ke gedung DPRD Kaltim. Namun dengan catatan, apabila tidak ada anggota DPRD, mahasiswa mesti meninggalkan gedung DPRD.
Hingga pukul 16.45 WITA, mahasiswa masih berorasi di depan DPRD Kaltim. Dari pantauan, mahasiswa yang sebelumnya ditangkap kepolisian, akhirnya dibebaskan sekira pukul 16.50 WITA. Dalam orasinya mahasiswa menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tarif listrik, pemberlakukan PP No 60/2016 secara serentak serta ketidakmampuan pemerintah mengontrol harga cabai yang hanya memberatkan beban hidup masyarakat.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya