Polisi menyelidiki kasus Amat Muzakhim (56) yang diduga menjadi korban percobaan pembunuhan oleh orang tak dikenal dengan cara ditembak dengan senjata api (senpi) di rumahnya Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Saat kejadian korban sedang menjamu tamu di ruang tamu rumahnya.
"Benar ada kejadian itu, saat ini petugas masih memeriksa tiga saksi untuk dimintai keterangan, dan mengumpulkan bukti CCTV untuk mengungkap pelaku," kata Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf, Minggu (15/2).
Kejadian berlangsung pada hari sabtu tanggal 14 Februari 2026 pukul 21.10 Wib di rumah korban di RT 1 RW 13 nomor 7 Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
Dari hasil penanganan awal ditemukan bekas tembakan ke plafon rumah bekas proyektil dengan ketinggian 257 cm. Kemudian ditemukan juga bekas proyektil di area garasi mobil dengan jarak 23,2 meter dari posisi pelaku saat menembak.
"Kami temukan sebuah proyektil jenis timah berwarna silver panjang kurang lebih 1 cm," ujarnya.
Dari keterangan saksi Muntoha (59) mengaku pasca kejadian, tidak mendengar suara tembakan malam itu. Padahal ia merupakan pedagang ayam goreng tepung yang lapaknya tak jauh dari lokasi dan merupakan tetangga korban.
"Saya tidak tahu ada penembakan. Sekitar jam sepuluhan saya mau pulang, sudah berkemas, cuma lihat polisi datang ke belakang restoran,” kata dia.
Menurut Muntoha, saat itu kondisi rumah makan milik korban relatif sepi dan kerap tutup pada hari tertentu. Ia mengenal korban sebatas tetangga dan mengetahui bahwa rumah makan tersebut dikelola oleh suami, sementara istrinya merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Advertisement
Sebelumya aksi penembakan yang terjadi di Dukuh Cap Gawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, berlangsung cepat dan terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan rekaman CCTV, pelaku datang dari arah selatan melalui samping restoran milik korban, lalu masuk menuju area rumah yang berada di belakang dengan jarak sekitar 50 meter dari jalan raya Cap Gawen. Kawasan tersebut dikenal ramai karena diapit pertokoan dan wisata kolam renang anak.
Pelaku yang mengendarai sepeda motor Vario berwarna hitam dengan pelat nomor ditutup plastik terlihat melaju masuk tanpa banyak gerak mencurigakan. Sesampainya di teras rumah korban, pelaku langsung membelakangi korban, menengok ke belakang, dan mengarahkan senjata api jenis pistol yang belum diketahui tipenya ke arah Amat Muzakhim yang sedang menerima tamu.
Diduga pelaku gugup, tembakan yang dilepaskan meleset dan melintas di atas kepala korban. Proyektil kemudian ditemukan di bawah keran air dekat pintu samping rumah. Peristiwa berlangsung singkat sebelum pelaku melarikan diri.
Korban enggan berspekulasi soal motif dan menyatakan tidak memiliki musuh. Namun, ia dikenal sebagai aktivis masyarakat dan belakangan tengah mendampingi penjual martabak yang menjadi korban penculikan, kasus yang hingga kini masih berproses di Polda Jawa Tengah.