Polisi Santuni Keluarga Korban Banjir, Anak Disabilitas Tewas di Jakarta Utara
Polres Metro Jakarta Utara menyantuni keluarga anak disabilitas yang meninggal dunia saat banjir melanda, menegaskan kepedulian polisi terhadap korban banjir di Jakarta Utara.
Polres Metro Jakarta Utara menunjukkan kepeduliannya dengan menyantuni keluarga DAA (12), seorang anak disabilitas yang ditemukan meninggal dunia saat banjir melanda. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah korban, tepatnya di RW 06 Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kunjungan dan santunan ini dilakukan pada Jumat (16/1), sebagai bentuk belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga tersebut.
Kejadian memilukan ini bermula pada Senin (12/1), ketika Jakarta Utara dilanda banjir besar akibat curah hujan yang tinggi. DAA ditemukan tak bernyawa di bawah tempat tidur, saat orang tuanya sedang mengantar anaknya yang lain untuk mengungsi. Kondisi ini menambah daftar korban jiwa akibat bencana banjir yang melanda wilayah Ibu Kota.
Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyampaikan bahwa pihak kepolisian turut berduka cita atas insiden ini. Santunan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka. Ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Tragedi Anak Disabilitas di Tengah Banjir Tanjung Priok
Tragedi yang menimpa DAA, anak disabilitas berusia 12 tahun, terjadi pada Senin (12/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, orang tua DAA sedang berupaya menyelamatkan anggota keluarga lainnya dari genangan air yang semakin tinggi. Mereka mengantar anak-anak lain ke tempat pengungsian yang lebih aman, meninggalkan DAA di rumah.
Namun, sekembalinya orang tua ke rumah, mereka menemukan DAA sudah dalam kondisi tidak bernyawa di bawah tempat tidur. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, DAA dinyatakan meninggal dunia, menambah duka mendalam bagi keluarganya.
AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar menegaskan bahwa kematian DAA murni akibat dampak banjir besar yang melanda. Perwakilan dari Polsek Tanjung Priok secara langsung mengunjungi kediaman korban pada Jumat (16/1). Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan memberikan santunan kepada keluarga yang tengah dirundung kesedihan.
Dampak Banjir: Korban Jiwa Lain di Jakarta Utara
Selain DAA, banjir yang melanda Jakarta Utara pada Senin (12/1) juga menelan korban jiwa lain di dua lokasi berbeda. Total, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden yang berkaitan dengan banjir. Dua di antaranya diduga tewas akibat tersengat listrik, menunjukkan bahaya lain yang mengintai saat bencana banjir.
Pasangan suami istri berinisial HW (54) dan NJ (49) menjadi korban lain dari keganasan banjir. Keduanya ditemukan meninggal dunia akibat tersengat listrik di kediamannya. Insiden ini terjadi di Blok R Gang II Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, pada Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengonfirmasi kejadian tragis yang menimpa pasangan tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya listrik saat banjir. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan segera mematikan aliran listrik jika air mulai menggenang tinggi.
Sumber: AntaraNews