Polisi kembali tangkap penyebar berita bohong tentang politisi NasDem Akbar Faizal

Rabu, 10 Januari 2018 14:41 Reporter : Ronald
Polisi kembali tangkap penyebar berita bohong tentang politisi NasDem Akbar Faizal Polisi rilis pelaku yang menyebarkan fitnah terhadap Akbar Faisal. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Tim Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri kembali meringkus pelaku pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap anggota Komisi III dari fraksi Partai NasDem Akbar Faizal. Pelaku bernama Hurry Rauf itu dibekuk di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Selasa (9/1) malam.

Pelaku merupakan admin sekaligus pemimpin redaksi portal berita publik news. Sebelum penangkapan Hurry Rauf, polisi meringkus admin portal berita Suara News Fajar Agustanto karena mengunggah beberapa berita bohong terkait Akbar Faizal.

Akbar sebelumnya melaporkan fitnah atau tindakan pencemaran nama baiknya di portal berita Suara news, Rakyat Bersuara dan Publik News. Setidaknya ada empat berita bohong yang dipersoalkan Akbar.

Semisal berita yang menyebut Akbar Faizal memiliki uang simpanan di Singapura sebesar USD 25 juta hasil dari Korupsi APBN. Akbar juga dituding memiliki simpanan di Bandung memiliki Villa Mewah di Dago Pakar. Ada pula berita berjudul Akbar Faisal penikmat duit haram e-KTP. Akbar juga diberitakan memiliki rumah mewah penuh emas di Makassar.

"Tadi saya sudah bicara dengan saudara Hurry Rauf, saya enggak kenal, meminta maaf dan berjanji enggak akan melakukan perbuatannya dan memohon segala macam kepada saya. Saya tentu saja sebagai manusia biasa enggak punya persediaan kebencian yang cukup. Saya maafkan saudara Hurry Rauf ini. Atas nama hukum, proses hukum saya serahkan ke Gakum," kata Akbar Faizal di gedung Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Menurut Akbar, tulisan di portal dikelola pelaku membuatnya risih. Di mana Faisal menyebutkan ada empat hal yang merugikan dirinya.

"Ada empat ya, saya disebut punya rekening di Singapura 25 juta USD, kalo dirupiahkan sekitar Rp 300 M. Banyak kali ya. Kemudian saya juga terima korupsi e-KTP, rumahku penuh emas di Makassar, kemudian punya istri simpanan di Bandung. Dua orang lagi. Itu yang saya laporkan ke Mabes, dan mereka bekerja dengan baik," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengaku bersama keluarga sangatlah tidak nyaman. Namun, ia mengaku kalau inilah yang harus dihadapi sebagai orang politik.

"Saya rasa smua orang akan terguncang. Tapi anak dan istri saya itu saya ajarkan sedari awal untuk kuat. Apalagi saya berada di ranah politik. Saya sudah berusaha sekuat tenaga menjaga diri saya untuk itu. Makanya terluka banget sebenarnya," pungkasnya.

Sebelumnya pada Oktober 2017 polisi telah lebih dulu menangkap admin portal berita Suara News Fajar Agustanto. Melalui Laporan Polisi Nomor LP/908/IX/2017/Bareskrim tertanggal 7 september 2017, politisi NasDem itu melaporkan admin portal berita Suara News Fajar Agustanto karena mengunggah beberapa berita bohong terkait dirinya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini