Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Penghina Wali Kota Risma

Senin, 17 Februari 2020 16:13 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Penghina Wali Kota Risma Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran. ©2020 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi mengabulkan upaya penangguhan penahanan yang diajukan Zikria Dzatil, penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dia dipastikan akan dapat segera menghirup udara kebebasan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan terkait dengan dikabulkannya pengajuan penangguhan penahanan Zikria tersebut. Rencananya, Senin (17/2) ini, dia bakal dikeluarkan dari tahanan Mapolrestabes Surabaya.

"Rencananya langsung kita keluarkan dengan status penangguhan penahanan," kata Sudamiran.

Ia menambahkan, permohonan penangguhan itu diajukan oleh suami Zikria, Daru Asmara Jaya, dan kuasa hukumnya Advent Dio Randy. Keduanya bahkan menjadi penjamin untuk pembebasan Zikria.

"Kuasa hukum maupun suaminya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan hari ini permohonan penangguhan dikabulkan," tambahnya.

Sudamiran mengatakan, dasar hukum melakukan penangguhan penahanan tersebut dari Pasal 31 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Selain itu, polisi juga memiliki beberapa pertimbangan terkait dengan dikabulkannya penangguhan penahanan tersebut.

"Ada beberapa pertimbangan, yang pertama pemeriksaan tersangka selesai, kemudian penyidik meyakini (Zikria) tidak melakukan perbuatan yang dapat menghilangkan barang bukti, maupun melarikan diri," katanya.

Kendati bebas hari ini, Zikria tetap dikenakan wajib lapor di Mapolrestabes Surabaya. Hal itu harus dilakukan ibu tiga orang anak tersebut seminggu sekali.

"Sementara ini, wajib lapor ya, karena jauh tentunya tidak Senin Kamis ya, jaraknya jauh mungkin seminggu sekali," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara resmi telah mencabut laporan terhadap Zikria. Pencabutan tersebut disampaikan Risma melalui penerima kuasanya Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Kabag Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati mengatakan yang mengantarkan surat pencabutan laporan itu dan diterima oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran, pada Jumat (7/2).

Tak hanya itu, Kuasa Hukum dan Suami Zikria, juga telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan, dengan dasar bahwa Zikria masih memiliki anak balita berusia dua tahun yang bergantung pada ASI-nya

Kasus ini bermula, saat akun Facebook Zikria Dzatil dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya pada 21 Januari.

Dalam bukti tangkapan layar atau screenshoot, akun tersebut diduga telah sebanyak dua kali mengunggah foto Risma dengan kalimat bernada hinaan. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini