Polisi Gagalkan Penyelundupan Ganja Antarprovinsi 3 Kg di Pelabuhan Bakauheni

Unit Reskrim Polsek KSKP Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan ganja antarprovinsi seberat 3 kilogram di Pelabuhan Bakauheni, mengungkap modus operandi baru pengedar narkoba.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Gagalkan Penyelundupan Ganja Antarprovinsi 3 Kg di Pelabuhan Bakauheni
Unit Reskrim Polsek KSKP Bakauheni berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 3 kilogram yang disamarkan dalam truk ekspedisi. Bagaimana modus operandi pengedar narkoba ini? (AntaraNews)

Unit Reskrim Polsek KSKP Bakauheni, Polres Lampung Selatan, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja antarprovinsi. Sebanyak tiga kilogram ganja kering ditemukan saat pemeriksaan rutin di Pelabuhan Bakauheni. Kejadian ini menambah daftar panjang keberhasilan aparat dalam memberantas peredaran barang haram.

Penemuan signifikan ini terjadi pada Kamis (11/12) sekitar pukul 11.45 WIB, ketika petugas melakukan inspeksi terhadap sebuah truk ekspedisi. Ganja tersebut disembunyikan dengan rapi dalam bingkisan paket kerupuk. Modus operandi ini menunjukkan upaya licik para pelaku untuk mengelabui petugas di lapangan.

Kapolsek KSKP Bakauheni, AKP Ferdo Elfianto, membenarkan penemuan tersebut dan menjelaskan bahwa paket ganja berasal dari Provinsi Bengkulu. Tujuan akhir pengiriman narkotika ini adalah Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Penyelidikan lebih lanjut kini tengah dilakukan untuk mengungkap jaringan di baliknya.

Kronologi Penemuan Ganja di Bakauheni

Penyelundupan ganja di Pelabuhan Bakauheni terungkap berkat kejelian petugas Unit Reskrim Polsek KSKP Bakauheni. Saat itu, tim sedang melakukan pemeriksaan rutin di area Seaport Interdiction. Sebuah truk ekspedisi menjadi sasaran pemeriksaan ketat oleh aparat keamanan.

Dalam pemeriksaan mendalam, petugas menemukan sebuah bingkisan paket kerupuk berbentuk kotak. Paket ini tertera berasal dari Provinsi Bengkulu dengan tujuan Mojokerto, Jawa Timur. "Saat dibuka lebih detail, ternyata di bawah kerupuk itu ada bingkisan lagi berupa tiga paket narkoba jenis ganja," ujar AKP Ferdo Elfianto.

Tiga bungkus ganja kering tersebut diperkirakan memiliki berat total sekitar 3 kilogram. Berdasarkan keterangan awal dari sopir truk ekspedisi, paket tersebut memang berasal dari Bengkulu. Sopir mengaku hanya bertugas mengantar paket tanpa mengetahui isi sebenarnya.

Modus Operandi dan Tindak Lanjut Penyelidikan

Para oknum pengedar ganja antarprovinsi terus mencari cara baru untuk melancarkan aksinya. Dalam kasus ini, mereka memanfaatkan truk ekspedisi dan menyamarkan barang haram tersebut di balik paket kerupuk. Tujuannya jelas, yakni untuk mengelabui petugas yang berjaga di pintu masuk dan keluar pelabuhan.

AKP Ferdo Elfianto menjelaskan bahwa modus seperti ini sering digunakan untuk menghindari deteksi. "Para oknum pengedar ganja antar provinsi tersebut menggunakan truk ekspedisi dan membungkus barang haram itu dengan berbagai cara untuk bisa mengelabui petugas," katanya. Ini menunjukkan betapa liciknya jaringan narkoba.

Setelah penemuan ganja, Polsek KSKP Bakauheni segera berkoordinasi dengan tim Opsnal dari Satresnarkoba Polres Lampung Selatan. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Alhamdulillah atas kejelian anggota kami, paket ganja kering tersebut langsung diamankan," tambah AKP Ferdo Elfianto.

Barang bukti ganja kering seberat 3 kilogram kini telah diserahterimakan kepada Satresnarkoba Polres Lampung Selatan. Proses pengembangan kasus akan difokuskan pada perburuan para pelaku pengedar narkoba. Diharapkan jaringan di balik penyelundupan ganja ini dapat segera terungkap dan ditindak tegas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi