Polisi Duga Akbar Tewas Akibat Kekerasan saat Pra Diksar Menwa

Jumat, 18 Oktober 2019 21:49 Reporter : Irwanto
Polisi Duga Akbar Tewas Akibat Kekerasan saat Pra Diksar Menwa Peserta diksar Menwa tewas. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Polisi masih mendalami penyebab kematian Muhammad Akbar (19) saat mengikuti pra pendidikan dasar resimen mahasiswa (Diksar Menwa. Sedikitnya 13 orang saksi dimintai keterangan terkait insiden itu.

Kasatreskirim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin mengatakan, para saksi di antaranya sembilan orang dari peserta dan 4 dari panitia penyelenggara. Dari keterangan sementara, ada dugaan adanya tindak kekerasan yang menyebabkan korban tewas.

"Tapi masih didalami, itu baru dugaan awal," ungkap Malik, Jumat (18/10).

Menurut dia, pendalaman difokuskan terkait peran masing-masing terduga pelaku, baik posisi dalam kegiatan maupun keterlibatan dalam dugaan kekerasan itu.

"Kita ketahui dulu peran-peran mereka, dari sini bisa terungkap titik terangnya," kata dia.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi mengatakan, pihaknya bisa berandai-andai penyebab kematian korban. Penyidik membutuhkan hasil visum medis Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

"Sementara kita tunggu pemeriksaan saksi-saksi dulu dan hasil visum," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akbar tewas saat mengikuti pra Diksar Menwa di Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10). Penyebabnya diduga karena keletihan mengikuti rangkaian kegiatan.

Mahasiswa semester tiga itu mengikuti Diksar Menwa gabungan bersama peserta dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Dari kampus korban ada empat perwakilan, termasuk dirinya.

Setelah beberapa hari mengikuti beragam rangkaian kegiatan, kaki korban mengalami kram, Rabu (16/10) siang. Setelah diperiksa seniornya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Tak lama dalam perawatan medis, korban tewas. Untuk kebutuhan penyelidikan, jenazahnya dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi mengatakan, kasus ini akan diselidiki karena keluarga secara resmi melaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana. Pihaknya akan memanggil saksi-saksi dan hasil visum untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Untuk sementara diduga karena keletihan, tapi kita perlu selidiki lebih jauh lagi, apakah ada tindak pidana atau tidak," ungkap Imam, Kamis (17/10).

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra menjelaskan, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. "Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Menwa Sumsel Rano Karno mengatakan, pra diksar tersebut hanya pengenalan Menwa kepada calon anggota dari bersifat sosial karena digelar di kampung. Dirinya memastikan tidak ada kekerasan dari panitia terhadap seluruh peserta.

"Ini hanya pra diksar, kami lebih cenderung mengutamakan pengenalan dasar dan bersosialisasi dengan masyarakat," pungkasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini