Polisi menangkap Ikhwan (49), warga KS Tubun, Samarinda, Kalimantan Timur, terduga pencuri instalasi kabel Telkom di 6 lokasi di Samarinda yang mengakibatkan kerugian miliaran. Teman Ikhwan sebagai rekanan Telkom, Ramadhan (35), kini jadi buron polisi.
Pencarian Ramadhan, dilakukan sejak Rabu (17/1) kemarin. Diduga kuat dia melarikan diri sehingga polisi memasukkannya dalam daftar orang dicari.
"Dia (Ramadhan) sudah kita masukkan DPO. Masih kita kejar," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (18/1).
Ikhwan dan Ramadhan, punya peran masing-masing. Ikhwan diketahui sebagai eksekutor pemotong kabel Telkom menggunakan gergaji, dan Ramadhan, mengupas kulit kabel. "Tembaga dari kabel itu kemudian dijual oleh Ramadhan," ujar Sudarsono.
Dari laporan Telkom pada 16 Januari 2018 lalu ke Polresta Samarinda, ada 6 lokasi instalasi kabel yang hilang dicuri. Seperti kabel di Jalan Anggur, Jalan Wijaya Kusuma, Jalan Kehewanan, Jalan Mugirejo dan juga instalasi kabel serupa di Samarinda Seberang.
"Ada pakaian seragam Telkom kita amankan. Diduga itu modus digunakan untuk memuluskan aksi pencurian," ujar Sudarsono.
Sederetan barang bukti disita kepolisian di antaranya gergaji, seragam Telkom, baju seragam IndiHome, kulit kabel Telkom sepanjang 150 meter, serta 1 unit mobil pikap. "Ikhwan kita tetapkan tersangka, kita jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Kita koordinasikan dengan semua Polsek untuk menangkap pelaku lain (Ramadhan)," kata Sudarsono.
Diketahui, Ikhwan dibekuk tim Jatanras Polresta Samarinda, Rabu (17/1) siang kemarin saat berada di kawasan Samarinda Utara, mengendarai mobil pikapnya, setelah sehari sebelumnya, PT Telkom melapor aksi pencurian kabelnya ke Polresta Samarinda.
Satu lokasi pencurian, ditengarai merugikan Telkom Rp 400 juta. Ikhwan sore kemarin, sempat digelandang polisi memburu keberadaan temannya, Ramadhan. Namun urung, Ramadhan diketahui kabur terlebih dulu dan kini masuk DPO.