Aparat Reskrim Polsek Jatiasih, Kota Bekasi memburu Ali Marhatis alias Brewok, pemilik pabrik minuman keras oplosan jenis gingseng yang dibuat di rumah kontrakan di Gang Tape, Jalan Setia Kawan, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih. Minuman yang diproduksi oleh Brewok tersebut menewaskan delapan orang warga Bekasi.
Kanit Reskrim Polsek Jatiasih, AKP Umar Wirahadi mengatakan, polisi telah mendatangi kediaman Brewok tak jauh dari rumah produksi minuman keras. Menurut dia, di rumah mewah itu hanya ada istri dan tiga orang anaknya.
"Informasi kami dapat, A alias B ini sedang ke pulang kampung ke Sumatera," kata Umar, Jumat (6/4).
Menurut dia, aparat gabungan kini masih mencari keberadaan Brewok yang sudah setahun memproduksi minuman keras oplosan gingseng. Setiap hari mereka memproduksi sekitar 240 kantong plastik hasil racikan tersangka Nischa Romadhoni alias Doni.
Hasil produksinya itu lalu didistribusikan ke toko jamu. Polisi baru menangkap satu orang penjualnya, Ugi dari toko jamu di Jatimekar. Enam orang korban tiga diantaranya tewas merupakan konsumen Ugi yang berasal dari Jatibening, Pondok Gede.
Sedangkan penggerebekan toko jamu di Surya Mandala, Jatiasih, tak ditemukan penjualnya. Sebab, toko milik pria berinisial O itu sudah tutup sejak dua hari lalu. Sembilan konsumen dari toko milik O di Surya Mandala, lima orang diantaranya tewas yang merupakan warga Jakasetia, Bekasi Selatan.
Umar mengatakan, tersangka meracik menggunakan bahan-bahan seperti biang wisky, caramel, sirup, alkohol, dan minuman energi. Pihaknya masih menunggu hasil uji lab untuk mengetahui kandungan minuman yang menewaskan delapan orang tersebut.