Polemik Fitsa Hats, Novel laporkan Ahok ke Polda Metro

Kamis, 5 Januari 2017 19:08 Reporter : Ronald
Polemik Fitsa Hats, Novel laporkan Ahok ke Polda Metro Sidang Lanjutan Ahok. ©2017 Merdeka.com/Pool

Merdeka.com - Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Novel Barmukmin resmi melaporkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait dengan polemik Fitsa Hats.

Ahok menyebutnya Novel malu bekerja di perusahaan yang dipimpin orang non muslim, sehingga menulis Fitsa Hats dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) padahal seharusnya pizza Hut.

"Itu fitnah saya malu katanya, saya enggak malu. Kalau saya malu saya tutup. Saya enggak tulis tuh di riwayatnya saya," kata Novel di Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1) sore.

Novel mengaku pernah bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh orang non muslim selama 15 tahun. Dia mengaku bersyukur karena dapat hadiah menunaikan ibadah haji lantaran dinilai berkinerja baik di perusahaan tersebut.

"kerja saya semua baik. Tapi saya mengundurkan diri, karena saya konsentrasi dakwah," katanya.

"Jadi alasan apa Ahok, itu timbul kebencian yang luar biasa tanpa data, yang bukan haknya dikomentari, akhirnya kena sekarang," ucapnya.

Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan ada beberapa kejanggalan dalam sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian. Salah satunya mengenai data diri saksi pertama Sekjen DPD FPI DKI Novel Chaidir Hasan.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, majelis hakim sempat mempertanyakan identitas diri dari Novel. Namun menariknya data, yang diisi oleh Novel ternyata berbeda dengan kenyataannya.

"Ada lagi saksi malu kerja di Pizza Hut, punya orang Amrik. Sengaja ditulis berita acara fitsa hats, sengaja ubah. Saya sampai ketawa ditanyain akhirnya dia ngaku enggak perhatikan, padahal semua harus ditanda tangan," katanya usai persidangan di Auditorium, Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menduga, informasi keliru tersebut sengaja ditulis lantaran malu bekerja di perusahaan Amerika Serikat. Padahal Novel menegaskan, pemimpin harus seorang muslim, baik itu RT ataupun RW.

"Mungkin dia malu karena punya pandangan enggak boleh dipimpin oleh orang kafir yang beda iman. Jadi RT RW enggak boleh enggak seiman," ujarnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini