Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) secara resmi meluncurkan program inovatif. Inisiatif ini dinamakan Bulan Tertib Berkeselamatan. Program ini akan berlangsung mulai April hingga Mei 2026 di seluruh wilayah Sulbar.
Peluncuran program ini berlokasi di Mamuju pada Rabu, 8 April 2026. Langkah ini merupakan respons serius terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Tujuannya untuk menekan jumlah insiden di jalan raya.
Komisaris Besar Polisi Nurhadi Ismanto, Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, menyatakan harapannya. Program ini diharapkan menjadi upaya konkret. Ini demi menciptakan kesadaran kolektif masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Tingginya Angka Kecelakaan di Sulawesi Barat
Tingginya kasus kecelakaan di Sulawesi Barat menjadi perhatian utama Ditlantas Polda Sulbar. Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Angka ini mendorong perlunya tindakan preventif yang lebih masif.
Selama periode Januari hingga Maret 2026, tercatat 290 kasus kecelakaan. Insiden ini terjadi di berbagai titik lokasi di Sulawesi Barat. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 43 orang.
Selain korban jiwa, 28 orang mengalami luka berat. Sebanyak 354 orang lainnya menderita luka ringan. Nurhadi Ismanto menegaskan bahwa angka ini merupakan peringatan keras bagi semua pihak.
Advertisement
Kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Namun juga mengancam nyawa serta masa depan banyak individu. Sebagian besar insiden dipicu oleh kelalaian dan pelanggaran aturan.
Advertisement
Lima Kunci Utama Keselamatan Berlalu Lintas
Melalui program Bulan Tertib Berkeselamatan, Ditlantas Polda Sulbar mengajak masyarakat. Penting untuk lebih disiplin dan sadar akan keselamatan di jalan. Ini adalah tanggung jawab bersama.
Pihaknya menekankan lima kunci utama untuk menghindari kecelakaan. Kepatuhan terhadap poin-poin ini sangat krusial. Ini demi menciptakan lingkungan berkendara yang aman.
Berikut adalah lima kunci utama yang harus diperhatikan pengendara:
Advertisement
- Penggunaan helm ber-SNI sebagai perlindungan utama bagi pengendara.
- Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
- Menghindari kebiasaan ngebut yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.
- Mengutamakan keselamatan dengan berkendara secara santun dan antisipatif.
- Kelengkapan surat-surat kendaraan menjadi hal wajib yang tidak boleh diabaikan.
Nurhadi Ismanto mengingatkan, "Kecelakaan itu berawal dari pelanggaran. Mari kita ubah kebiasaan, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang." Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku.
Advertisement
Target Zero Accident dan Budaya Tertib
Gerakan Bulan Tertib Berkeselamatan memiliki target ambisius. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Ini agar angka kecelakaan dan korban jiwa di Sulbar dapat terus ditekan.
Nurhadi Ismanto berharap dapat mencapai target "zero accident" di masa mendatang. Ini memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah keselamatan bersama.
"Program ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat," ujar Nurhadi. Tujuannya adalah untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Ini demi keselamatan bersama di jalan raya.
Advertisement
Dengan disiplin dan kepatuhan, diharapkan jalanan Sulawesi Barat menjadi lebih aman. Setiap pengendara memiliki peran penting. Ini untuk mewujudkan lingkungan lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan.
Sumber: AntaraNews