Polda Riau buru perampok bersenpi gasak 3 kg emas dan Rp 160 juta

Jumat, 8 Desember 2017 01:04 Reporter : Abdullah Sani
Polda Riau buru perampok bersenpi gasak 3 kg emas dan Rp 160 juta Ilustrasi Perampokan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau membantu Polres Pelalawan memburu empat perampok bersenjata api. Para pelaku menodong tiga pedagang emas dengan pistol lalu melarikan uang tunai Rp 160 juta serta 3 kilogram emas berbagai bentuk.

"Ya, anggota sedang berada di lapangan mencari para pelaku perampokan bersenjata api itu," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, AKBP Hadi Poerwanto saat dihubungi merdeka.com, Kamis (7/12).

Polda Riau melakukan pemetaan di sejumlah lokasi yang dimungkinkan sebagai tempat pelarian para perampok berbahaya tersebut. Mulai dari daerah daratan hingga ke perairan melalui pelabuhan resmi dan pelabuhan rakyat.

"Anggota disebar di beberapa lokasi guna memblokir titik pelarian para pelaku, bisa di pelabuhan, jalan lintas, hutan maupun perkebunan," ucap Hadi.

Sementara itu, Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan menyebutkan, pihaknya sudah menerima laporan 3 orang pedagang emas yang menjadi korban perampokan tersebut.‎ Para pelaku juga membawa mobil korbannya.

"Ya benar kejadian itu dan sudah kita terima laporannya. Kita koordinasi dengan Ditreskrimum Polda untuk mengejar pelakau," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan.

Dikatakan Kaswandi peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/12) ketika ketiga korban usai berdagang emas di pasar Langgam. Mereka bertiga di antaranya Firdaus, M Nasir, dan Wati, ketika itu mau pulang menuju Pekanbaru sekira pukul 17. 30 Wib dari berjualan emas di Pelalawan.

Di perjalanan, persisnya di Simpang Muara Sako, sekira pukul 18.20 Wib, mobil mereka dipepet sekelompok pria, kemudian diadang dengan mobil Avanza Warna Hitam BM 1627 RA.

Khawatir kecelakaan, korban menghentikan laju kendaraan. Tak ayal, kawanan rampok itu langsung keluar dengan senjata api di tangan masing-masing. Salah seorang dari kawanan rampok itu memecahkan kaca depan sebelah kanan mobil Avanza korban dengan gagang senjata api yang diyakini rakitan jenis revolver.

"Selanjutnya perampok itu langsung masuk ke dalam mobil korban. Saat itu korban tak berani melawan lantaran senjata api ditodongkan ke arah mereka," ujar Kaswandi.

Para pelaku lalu mengikat ke tiga korban sambil memukul dan mengambil barang-barang milik mereka. Kemudian membawa korbannya dengan menggunakan mobil korban dan di buang di Simpang Maredan, KM 4, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru, dalam keadaan tangan diikat dan mulut dilakban.

Atas kejadian itu, menurut pengakuan Firdaus, dia mengalami kerugian berupa emas berbagai bentuk dengan berat lebih kurang 1 kilogram dan uang tunai Rp 80 juta, dan 1 unit Hp Redmi 4.

M Nasir juga mengaku telah mengalami kerugian berupa emas berbagai bentuk lebih kurang 2 kilogram dan uang tunai Rp 80 juta serta 1 unit handphone samsung lipat. Sedangkan korban Wati hanya mengalami kerugian 1 unit handphone Samsung lipat.

"Belum bisa dipastikan berapa total kerugian baik uang maupun emasnya, karena baru pengakuan korban saja. Nanti kalau pelaku ditangkap akan terungkap," pungkas Kaswandi. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan Toko Emas
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini