Polda Banten Amankan 15 Orang, Sebagian Pelajar, Saat Kericuhan Demonstrasi di Ciceri: Ternyata Ada yang Masih Kelas 1 SMA!

Polda Banten amankan 15 orang, termasuk pelajar, dalam demonstrasi ricuh di Ciceri. Kapolda Hengki tegaskan pembinaan bagi Pelajar Demonstrasi Banten ini. Apa yang sebenarnya terjadi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Banten Amankan 15 Orang, Sebagian Pelajar, Saat Kericuhan Demonstrasi di Ciceri: Ternyata Ada yang Masih Kelas 1 SMA!
Polda Banten amankan 15 orang, termasuk pelajar, dalam demonstrasi ricuh di Ciceri. Kapolda Hengki tegaskan pembinaan bagi Pelajar Demonstrasi Banten ini. Apa yang sebenarnya terjadi? (Merdeka.com)

Kepolisian Daerah Banten mengamankan sekitar 15 orang saat aksi demonstrasi yang diwarnai kericuhan di kawasan Ciceri, Kota Serang. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/8) malam, di mana sebagian dari mereka yang diamankan merupakan pelajar.

Langkah pengamanan ini diambil oleh aparat kepolisian menyusul insiden demonstrasi yang memanas. Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi Hengki, menegaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk pembinaan, khususnya bagi para pelajar yang terlibat.

Demonstrasi yang melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus ini berujung pada penggerudukan pos polisi. Mereka meluapkan kekecewaan terhadap tindakan represif aparat dan kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.

Pembinaan Pelajar dan Peran Orang Tua dalam Aksi Demonstrasi

Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi Hengki, menjelaskan bahwa pengamanan sejumlah pelajar dalam demonstrasi di Ciceri adalah bagian dari proses pembinaan. Ia menekankan pentingnya mendata para pelajar tersebut untuk diberikan peringatan.

Hengki tidak merinci jumlah pasti pelajar yang diamankan, namun memastikan ada peserta aksi yang masih duduk di bangku sekolah, bahkan ada yang masih kelas 1 SMA. Pihak kepolisian berencana memanggil orang tua para pelajar ini.

Menurut Kapolda, keterlibatan pelajar dalam demonstrasi semacam ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Ia telah memerintahkan kapolres dan kasat serse untuk menindaklanjuti kasus ini dengan serius, termasuk memanggil orang tua mereka.

Kronologi Kericuhan dan Tuntutan Aksi Mahasiswa Serang

Demonstrasi di Kota Serang, Banten, pada Sabtu (30/8) melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka memulai unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Kampus 1 UIN SMH Banten, mengenakan pakaian serba hitam.

Puncak kemarahan mahasiswa terlihat saat mereka menggeruduk pos polisi di simpang Ciceri. Mereka tidak hanya berorasi, tetapi juga meluapkan kekecewaan dengan mengeluarkan sejumlah perabotan dari dalam pos polisi, seperti sofa dan meja, ke ruas jalan.

Fokus utama kecaman dalam aksi ini ditujukan kepada aparat kepolisian. Mahasiswa secara spesifik mengutuk keras insiden kekerasan yang diduga dilakukan polisi terhadap seorang pengemudi ojek online di Jakarta beberapa waktu lalu.

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap tindakan represif aparat dan kebijakan pemerintah. Massa aksi menuntut keadilan dan perubahan atas kondisi yang mereka anggap tidak kondusif.

Respons Kepolisian dan Langkah Antisipasi Situasi Kondusif

Mengenai pengamanan, Kapolda Hengki memastikan pasukan tetap siaga di lokasi untuk mencegah potensi gangguan lebih lanjut. Aparat kepolisian akan terus mengantisipasi adanya penyusup atau pihak yang sengaja membuat suasana tidak kondusif.

Tugas utama kepolisian, menurut Hengki, adalah mengamankan masyarakat dan menjaga ketertiban. Ia menegaskan bahwa jika terjadi kejadian menonjol, pihak berwajib harus cepat menindak atau mengatasi permasalahan yang ada demi keamanan Kota Serang.

Hengki juga mempertimbangkan pengurangan personel secara bertahap, namun langkah ini akan disesuaikan dengan skala ancaman yang ada. Keputusan ini menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika situasi di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi