Polairud Banjarmasin Berhasil Evakuasi Enam Penumpang Kelotok Wisata yang Tercebur di Sungai Barito

Tim Polairud Polresta Banjarmasin sigap melakukan evakuasi enam penumpang kelotok wisata yang tercebur di Sungai Barito. Insiden ini terjadi saat kelotok berpapasan dengan kapal besar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polairud Banjarmasin Berhasil Evakuasi Enam Penumpang Kelotok Wisata yang Tercebur di Sungai Barito
Enam penumpang kelotok wisata tercebur di Sungai Barito Banjarmasin. Simak aksi heroik Polairud dalam **evakuasi penumpang kelotok** dan kondisi terkini para korban. (AntaraNews)

Enam penumpang kelotok wisata tercebur di Sungai Barito, tepatnya di depan Ferry penyeberangan Alalak Soebarjo, Banjarmasin. Insiden ini memicu respons cepat dari Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Banjarmasin. Petugas segera meluncur ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan kepada para korban.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu siang, sekitar pukul 11.30 WITA, 9 November. Rombongan yang menjadi korban adalah Majelis Al-Abror dari Komplek Sinar Lestari Kecamatan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru. Mereka sedang dalam perjalanan menuju destinasi wisata populer Pulau Kembang.

Kelotok wisata yang mereka tumpangi oleng dan menyebabkan enam orang tercebur setelah berpapasan dengan kapal besar. Gelombang yang ditimbulkan oleh kapal besar tersebut menghantam kelotok secara tidak terduga. Kondisi ini membuat penumpang yang berada di atas atap kelotok kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sungai.

Kronologi Insiden Terceburnya Kelotok Wisata

Kompol Dading Kalbu Adie, Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan evakuasi penumpang kelotok. Rombongan Majelis Al-Abror awalnya berlayar menggunakan kelotok wisata menuju Pulau Kembang. Mereka melintasi tengah Sungai Barito yang merupakan jalur ramai dan sering dilalui berbagai jenis kapal.

Saat berada di tengah sungai, kelotok wisata berpapasan dengan sebuah kapal besar. Papasan ini menimbulkan gelombang yang cukup kuat dan tidak terduga. Gelombang tersebut kemudian menghantam kelotok wisata secara tiba-tiba, menyebabkan guncangan hebat pada kapal kecil tersebut.

Hantaman gelombang menyebabkan kelotok oleng hebat dan tidak terkendali. Akibatnya, enam orang penumpang yang kala itu berada di atas atap kelotok tidak dapat mempertahankan posisi mereka. Mereka pun tercebur ke dalam derasnya aliran Sungai Barito, memicu kepanikan di antara penumpang lainnya.

Respons Cepat Polairud dan Penanganan Korban

Setelah menerima laporan mengenai insiden terceburnya penumpang kelotok, Satuan Polairud Polresta Banjarmasin segera bertindak. Anggota Polairud menunjukkan respon cepat dengan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Prioritas utama tim adalah menyelamatkan para korban yang tercebur ke sungai demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

Proses evakuasi berhasil dilakukan terhadap enam orang yang tercebur ke Sungai Barito. Mereka kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Anshari Saleh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kondisi para korban terus dipantau oleh petugas kesehatan dan kepolisian untuk memastikan pemulihan mereka.

Sementara itu, total penumpang kelotok berjumlah 32 orang. Sebanyak 26 penumpang lainnya yang tidak tercebur dievakuasi ke Pos Apung untuk pendataan dan penanganan awal. Dua orang saksi, yaitu motoris dan ABK kelotok wisata, juga diamankan untuk dimintai keterangan guna penanganan lebih lanjut dan penyelidikan penyebab insiden.

Pentingnya Keselamatan di Perairan Sungai Barito

Kejadian evakuasi penumpang kelotok ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan dalam perjalanan wisata air, khususnya di Sungai Barito. Sungai ini dikenal memiliki arus yang cukup kuat dan sering dilalui oleh berbagai jenis kapal besar. Oleh karena itu, kewaspadaan tinggi sangat diperlukan bagi operator kelotok wisata dan penumpang.

Pihak berwenang mengimbau agar para motoris dan ABK kelotok selalu mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku. Penggunaan alat keselamatan seperti pelampung harus menjadi prioritas utama bagi setiap penumpang tanpa terkecuali. Hal ini untuk meminimalisir risiko kecelakaan serupa di masa mendatang dan meningkatkan keamanan perjalanan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait, baik penyedia jasa wisata maupun wisatawan, untuk lebih peduli terhadap keselamatan. Koordinasi yang baik antarpihak juga krusial untuk memastikan perjalanan yang aman dan nyaman di perairan. Edukasi mengenai pentingnya keselamatan harus terus digalakkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi