PKS Kritik Rektorat UI soal Meme Jokowi: Jangan Mengesankan Seperti Orde Baru

Selasa, 29 Juni 2021 06:31 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Kritik Rektorat UI soal Meme Jokowi: Jangan Mengesankan Seperti Orde Baru Hidayat Nur Wahid. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengkritik sikap reaktif Rektorat UI terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terkait kritik Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service. Hidayat menilai, sikap Rektorat UI mengesankan rezim Orde Baru.

"Lebih baik kalau Rektorat UI tidak mengesankan pada rezim Orde Baru yang main panggil sehingga mengesankan kondisi yang mencekam. Lebih baik bertemulah secara akademik sambil menguatkan intelektualisme dan mendidik," ujar Hidayat kepada wartawan, dikutip Selasa (29/6).

Wakil Ketua MPR RI ini menilai, BEM UI hanya menyampaikan kritikan terhadap kebijakan Jokowi. Pihak kampus seharusnya tidak perlu melakukan pemanggilan, cukup dengan berdiskusi saja.

"Tinggal disebut mana yang sudah dilaksanakan kemudian mana yang belum dilaksanakan, terkendala-terkendala apa atau kemudian beragam hal komitmen dilaksanakan. Itu kan tinggal dijawab saja, kalau itu dijawab dengan cara elegan dan kemudian kampus juga menghadirkan yang elegan kan menentramkan," ujar Hidayat.

Hidayat juga menyinggung buzzer di media sosial yang banyak menyerang balik BEM UI. Ia meminta para buzzer melihat secara objektif, supaya memahami tujuan yang ingin disampaikan BEM UI melalui unggahannya.

Para pendengung itu, menurut Hidayat, seharusnya memberikan argumentasi yang dapat menjelaskan program maupun janji Jokowi yang menjadi bahan kritikan.

"Mestinya sekali lagi termasuk para buzzer itu lihatlah secara objektif apa yang disampaikan kawan kawan BEM itu, buzzer juga bisa membantu menjawab kalau perlu. Yang sudah dilaksanakan, yang mana yang perlu dilaksanakan, yang mana mana yang terkendala dilaksanakan," kata Hidayat.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini meminta para pendengung tidak memperkeruh suasana dengan melempar tudingan yang menyudutkan dan mencederai intelektual kampus.

"Ketimbang kemudian memperkeruh suasana intelektualisme di dalam kampus," imbuhnya.

Menurut Hidayat, kritik BEM UI berdasarkan rujukan yang ada. Tidak asal sembarangan BEM UI memberikan pernyataan. Sebabnya, UI sebagai lembaga pendidikan harus melindungi civitasnya.

"Harusnya UI sebagai lembaga kampus melindungi civitas akademiknya dari kondisi yang kemudian dalam tanda kutip tak intelek. Jadi harusnya UI yang mengingatkan pada seluruh pihak agar betul betul berlaku yang profesional intelektual tidak kemudian menyebar informasi fitnah atau tindakan yang sesungguhnya tidak kredibilitas," katanya. [ded]

Baca juga:
Debat Panas BEM UI dan Ade Armando Gara-Gara Unggahan Jokowi 'King of Lip Service'
NasDem Nilai Kritikan BEM UI ke Jokowi Kurang Tepat di Tengah Lonjakan Covid-19
BEM UI: Rektorat Minta Unggahan Jokowi King of Lip Service Di-Takedown, Kami Tolak
Demokrat Usul Hak Interpelasi untuk Tanya Pemerintah Soal Peretasan Akun BEM UI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini