Petugas Gagalkan Pengiriman Ganja 25 Kg Jaringan Lapas Kerobokan, 2 Kurir Diciduk

Rabu, 9 Januari 2019 23:33 Reporter : Moh. Kadafi
Petugas Gagalkan Pengiriman Ganja 25 Kg Jaringan Lapas Kerobokan, 2 Kurir Diciduk BNN Bali Ringkus 2 Tersangka Kurir Ganja. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, meringkus dua pengedar narkotika jenis ganja yang dikirim dari Medan Sumatera Utara. Kedua kurir tersebut, bernama Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono.

Para tersangka ini ditangkap pada Minggu (6/1) sekitar pukul 21.00 Wita, di tempat parkiran perusahaan jasa pengiriman barang JNE di Jalan Danau Poso, Sanur Kauh, Denpasar Selatan.

Saat petugas BNN Provinsi Bali, melakukan penggeledahan pada mobil tersangka merk Sigra berwarna putih dengan Nomor Polisi (Nopol) DK 1879 DK yang dikendarai oleh tersangka, ditemukan 6 paket ganja yang terbungkus rapi di kaki jok depan kiri mobil, serta ditemukan juga ganja di dashboard sebelah kanan setir mobil.

Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa menyampaikan, untuk barang bukti yang ditemukan total 25 kilo gram lebih.

"Jadi barang bukti ini jumlahnya 5 paket dan masing-masing paket 5 kilo gram dan 7 paket kecil yang jumlahnya 23 gram. Total 25 kilo gram serta 23 gram," ucapnya, saat konferensi pers di Kantor BNN Provinsi Bali, Rabu (9/1).

Gede Suastawa juga menjelaskan, bahwa barang tersebut di dapat dari Medan Sumatera Utara, dan dikirim ke Bali melalui jasa pengiriman barang. Dari pengakuan mereka akan diedarkan di Bali.

"Modus operandinya melalui paket pengiriman barang. Penerimanya dua orang ini (Tersangka) di tulisan paketnya tidak disebutkan barang apa. Mereka pakai alamat fiktif," imbuhnya.

Dari hasil interogasi kedua tersangka ini, adalah jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Denpasar, Bali. "Ini jaringan Lapas, dari hasil pemeriksaan kita sudah kembangkan jaringan-jaringan ini. Ada seseorang yang mengendalikan mereka. Jaringan ini, kita kembangkan terus dan kita uji omongan mereka ini," jelas Gede Suastawa.

"Pengendalinya adalah dari Lapas berinisial RZ dan kasus narkoba juga. Kita akan lidik dan kita akan kesana (Lapas) mencari dia dan kita akan periksa, karena bagian dari sindikat ini," ungkap Gede Suastawa.

Untuk cara kerja si pengendali, menurut Gede Suastawa adalah mengatur untuk pemesanan barang dari Medan, dan setelah tiba di Bali, si pengendali menelepon dua tersangka ini untuk mengambil barang haram tersebut.

"Keduanya ini pemakai juga pengedar, artinya mereka ini kurir. Dari hasil pengembangan (Penyelidikan) tidak hanya di Bali tapi juga keluar Bali sampai ke Lombok," ujarnya.

Kedua tersangka ini, dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 dengan Undang-undang nomor 35, tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini