Warga di Kota Pariaman, Sumatera Barat, memadati kawasan objek wisata pantai untuk kegiatan ngabuburit selama bulan suci Ramadhan. Mereka memanfaatkan keindahan pesisir untuk bersantai dan menunggu waktu berbuka puasa yang dinanti. Aktivitas ini menjadi tradisi tahunan yang menghidupkan suasana Ramadhan di daerah tersebut.
Berbagai kegiatan dilakukan oleh pengunjung, mulai dari duduk santai menikmati pemandangan laut hingga berkendara menyusuri jalanan mulus yang menghubungkan sejumlah pantai. Fenomena ini mulai terlihat ramai sejak tiga hari belakangan. "Memasuki awal Ramadhan memang objek wisata di Pariaman masih sepi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi. Ia menambahkan, "namun dalam tiga hari belakangan objek wisata mulai ramai dikunjungi wisatawan saat menjelang berbuka."
Meskipun awal Ramadhan objek wisata sempat sepi, kini pantai-pantai di Pariaman menjadi pilihan utama bagi warga lokal maupun pendatang. Mereka mencari suasana berbeda untuk menghabiskan waktu sore sembari menunggu azan Magrib berkumandang. Keindahan alam dan fasilitas pendukung menjadi daya tarik utama.
Advertisement
Advertisement
Pesona Pantai Pariaman sebagai Lokasi Ngabuburit Ideal
Kawasan objek wisata pantai di Pariaman memang dikenal memiliki daya tarik tersendiri dengan keindahan alamnya yang memukau. Pantai-pantai ini sangat representatif sebagai lokasi bersantai dan menikmati sore hari menjelang berbuka puasa. Suasana tenang dan pemandangan matahari terbenam menjadi latar sempurna untuk ngabuburit.
Salah satu pantai yang populer adalah Pantai Cermin, di mana pengunjung dapat bermain sepatu roda atau menyaksikan para 'raider' berpacu di lintasan khusus. Aktivitas ini menambah semarak suasana ngabuburit dan memberikan pilihan hiburan bagi keluarga. Anak-anak tampak antusias mengasah kemampuan bersepatu roda, sementara orang dewasa menikmati pemandangan.
Selain Pantai Cermin, sejumlah objek wisata lain di Pariaman juga terhubung oleh jalan yang mulus, memudahkan akses bagi pengunjung. Wisatawan bisa menjelajahi Muaro Sunua, Pasie Sunua, Pantai Kata, Pantai Cermin, Taman Anas Malik, Tugu Asean, Pantai Gandoriah, Talao Pauah, hingga penangkaran penyu. Kemudahan akses ini mendorong lebih banyak warga untuk ngabuburit di berbagai titik pantai.
Advertisement
Pemerintah Kota Pariaman juga mendukung kegiatan ini dengan tidak menarik retribusi masuk ke objek wisata selama bulan Ramadhan. Kebijakan ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat, menjadikan pantai-pantai semakin terbuka dan mudah diakses. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal selama bulan puasa.
Advertisement
Berburu Takjil dan Prediksi Puncak Keramaian Ngabuburit
Di sepanjang lokasi objek wisata pantai Pariaman, banyak pedagang menjajakan takjil dan aneka makanan serta minuman untuk berbuka puasa. Kehadiran para pedagang ini memudahkan warga yang ngabuburit untuk sekaligus berburu hidangan lezat. Pengunjung dapat langsung membeli kebutuhan berbuka tanpa perlu mencari tempat lain.
Suasana ini menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara pengunjung dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Warga dari Kabupaten Padang Pariaman, seperti Suhendri, juga turut menikmati ngabuburit di Pantai Cermin sebelum memenuhi undangan berbuka puasa. Mereka memanfaatkan waktu untuk bersantai dan menikmati suasana pantai.
Ferialdi memprediksi bahwa kawasan objek wisata di Pariaman akan semakin ramai seiring dengan memasuki pertengahan hingga penghujung Ramadhan. Puncak keramaian biasanya terjadi menjelang Lebaran 2026, saat banyak warga setempat dan luar daerah berkumpul. Ini menjadi momen penting bagi sektor pariwisata lokal.
Advertisement
Menjelang pertengahan hingga akhir Ramadhan, banyak warga akan melaksanakan buka puasa bersama di kafe dan rumah makan sekitar Pariaman. Namun, sebelum acara buka puasa bersama, mereka kerap memilih untuk nongkrong dan ngabuburit di objek wisata pantai. Fenomena ini menunjukkan bahwa pantai Pariaman telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Ramadhan masyarakat.
Sumber: AntaraNews