Pesan Tegas Kapolri ke Anak Buah: Berantas Judi Online hingga Narkoba, Sita Aset Bandar Besar untuk Negara

Kapolri juga meminta pengentasan kasus judi online tidak pandang bulu sekali pun salah satu anggotanya terlibat.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Pesan Tegas Kapolri ke Anak Buah: Berantas Judi Online hingga Narkoba, Sita Aset Bandar Besar untuk Negara
Kapolri (istimewa)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anak buah agar betul-betul serius dalam menangani kasus judi online. Pesan itu disampaikan Kapolri sebab pelaku judi online saat ini merambah hingga kalangan anak di bawah umur.

"Khususnya judi online di kalangan bawah ini betul-betul sangat terasa, saat ini sudah masuk ke kelompok anak-anak di bawah umur," kata Kapolri dalam hari kedua Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Polri digelar di Hotel Tribarata, Jakarta Selatan, Jumat (31/1).

Pesan Tegas Kapolri Minta Anak Buah Usut Tuntas Judi Online dan Narkoba
Pesan Tegas Kapolri Minta Anak Buah Usut Tuntas Judi Online dan Narkoba merdeka.com

Tak Berhenti Sampai Pengungkapan

Kapolri juga meminta pengentasan kasus judi online tidak pandang bulu sekali pun salah satu anggotanya terlibat.

"Saya minta untuk ini terus dilakukan penegakan, koordinasi dengan seluruh rekan-rekan, sehingga masalah judi online ini betul-betul bisa kita tuntaskan. Baik mulai dari keterlibatan anggota di dalam, tentunya kita harus melakukan pengecekan setiap hari, sampai dengan penegakan hukum," kata Kapolri.

Namun demikian, pengentasan kasus judi online diharapkan Kapolri tidak berhenti saat pengungkapan. Dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk memiskinkan para pelaku judi online khususnya para bandar-bandarnya.

"Termasuk juga melakukan TPPU terhadap kelompok-kelompok bandar yang besar, sehingga asetnya bisa kita tarik dan kita sita untuk negara," tegas Jenderal Polri itu.

Kasus Narkoba

Selain pengentasan masalah judi online, Kapolri mengingatkan tidak kalah pentingnya penanganna kasus narkoba. Kapolri menekankan kepada anak buahnya bisa bekerja secara maksimal khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terjadinya peredaran narkoba.

"Saya harapkan rekan-rekan bisa bekerja maksimal, khususnya di daerah-daerah yang digunakan untuk wilayah singgah, wilayah pintu masuk. Demikian juga yang di daerahnya terdapat banyak sekali para pengguna narkoba. Ini tolong untuk diantisipasi," kata Kapolri.

Kapolri mengatakan, Polri saat ini memiliki program kampung bebas narkoba yang saat ini tercatat ada 205 kampung yang sering terjadi peredaran narkoba. Program ini dikatakan dia sejalan dengan menghentikan peredaran narkoba di beberapa kampung yang ada di Indonesia.

"Mulai dari rekan-rekan di wilayah, Bhabinkamtibmas bisa bekerja sama dengan Babinsa, Direkturat Narkoba nanti bisa bekerja sama dengan BNN, sehingga kita betul-betul bisa menutup peredaran narkoba ini. Karena ini menyangkut masalah kapital outflow, ini menyangkut masalah nasib generasi muda kita. Jadi mohon ini betul-betul bisa kita maksimalkan," tutup Kapolri.

Rekomendasi