Pesan Pilu Bocah SD Sebelum Tewas Dianiaya Ibu karena Belajar Online

Rabu, 16 September 2020 16:55 Reporter : Dwi Prasetya
Pesan Pilu Bocah SD Sebelum Tewas Dianiaya Ibu karena Belajar Online Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - KS (8) sempat menulis surat sebagai pesan terakhir sebelum meninggal dunia akibat dianiaya ibu kandungnya Lia Handayani (26). Siswa SD itu meregang nyawa setelah dianiaya karena sang ibu kesal korban kesulitan belajar online.

Surat itu ditujukan untuk pelaku dan sang ayah Imam Safi'e (27). Hal itu diungkapkan pelaku Lia Handayani.

"Dia pun pernah bikin surat, mungkin sudah lama cuma saya baru baca. Isi suratnya kata dia, mamah papah maafin yah. Karena udah selalu bikin mamah sama papah marah terus, enggak bakalan kaya gitu lagi. Udah gitu doang," kata Lia, Rabu (16/9).

Lia mengaku menyesali perbuatannya. Pelaku mengaku perbuatan itu dilakukannya tanpa sadar.

"Waktu melakukan itu, saya menyesal banget. Saya lebih baik saya yang mati. Pikir saya, saya ini apa sampai saya minta maaf sama suami dan anak saya. Saya enggak sadar, demi Allah saya enggak sadar," ujar dia.

Baca Selanjutnya: Korban Dikuburkan Pelaku...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Belajar Tatap Muka
  3. Ragam Konten
  4. Lebak
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini