Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesan khutbah wukuf: Berbagi sesama dan jangan pentingkan ego

Pesan khutbah wukuf: Berbagi sesama dan jangan pentingkan ego Jemaah haji Indonesia Wukuf di Arafah. ©2017 Merdeka.com/muhammad hasits

Merdeka.com - Rangkaian kegiatan wukuf di Arafah yang dilakukan oleh jemaah haji Indonesia berlangsung khidmat, Kamis (31/8) atau 9 Zulhijjah. Jemaah haji Indonesia memanfaatkan momen wukuf di Arafah untum bermunajat kepada Allah SWT.

Sekretaris Amirul Hajj, Abdul Djamil dalam khutbah wukufnya mengatakan, di padang Arafah jemaah bersimpuh dengan pakaian ihram, selembar kain tak berjahit yang dililitkan ke tubuh laksana mayat yang akan menghadap sang Khalik. Saat di Arafah semua tak membawa atribut, pangkat, dan kedudukan serta status sosial. Prinsip persamaan derajat dan kedudukan (al musawah) inilah yang tercermin dalam ibadah haji.

"Kita diajarkan untuk tidak mementingkan ego masing-masing dan sebaliknya peduli kepada urusan banyak orang. Kita bisa berbagi dengan sesama. Menolong mereka yang lemah, menunjukkan jalan bagi mereka yang tersesat, berbagi kesempatan di tengah segala sesuatu yang serba sempit dan terbatas. Kita dibiasakan untuk menahan diri dari dorongan syahwatiyah dalam rangka makin mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya," katanya.

Pada akhirnya, semuanya hanya membawa selembar kain kafan untuk menghadap Ilahi dan pada saat ini kita diajarkan tentang kesadaran terhadap hal ini. "Terhadap kematian yang sering kita takutkan atau kita lupakan atau pura-pura lupa dan tidak mau mengingatnya. Kita dibiasakan untuk meningkatkan ketundukan pada kehendak Allah, menekan ego masing-masing dan membiasakan diri untuk hidup apa adanya, bukan hidup apa-apa ada dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya," ujarnya.

Berikut ini isi lengkap khutbah wukuf Abdul Djamil:

Nilai-Nilai Kemanusiaan Ibadah Haji untuk Meningkatkan Kualitas Keagamaan serta Tanggung Jawab Sosial

Dhuyufurahman, yang dimuliakan Allah SWT.

Marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan takwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar hidup ini menjadi semakin berkualitas bagi diri dan masyarakat seiring dengan bertambahnya usia, seiring dengan perubahan yang selalu terjadi pada diri kita, dan seiring dengan dinamika keadaan yang melingkupi kita. Konsep siklus hidup dalam Islam menghendaki kehidupan hari ini harus lebih baik dibanding dengan kemarin dan kehidupan esok harus lebih baik dibanding dengan hari ini. Apa yang terjadi di masa lalu hendaknya menjadi pelajaran untuk menghadapi hari esok. Allah berfirman: (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP