Persis Dikabarkan Menunggak Sewa Stadion Manahan Miliaran Rupiah, ini Penjelasan Pemkot Solo

Temuan tersebut mencuat dalam rapat kerja bersama antara Komisi II DPRD Kota Solo dan Pemerintah Kota Solo beberapa waktu lalu.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Persis Dikabarkan Menunggak Sewa Stadion Manahan Miliaran Rupiah, ini Penjelasan Pemkot Solo
Stadion Manahan (merdeka.com)

Klub sepak bola legendaris Persis Solo dikabarkan memiliki tunggakan pembayaran sewa Stadion Manahan senilai miliaran rupiah. Kabar kurang menyenangkan yang menimpa klub milik Kaesang Pangarep itu diungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Solo, Agung Harsakti Pancasila.

Temuan tersebut mencuat dalam rapat kerja bersama antara Komisi II DPRD Kota Solo dan Pemerintah Kota Solo beberapa waktu lalu.

Agung menyebut, tunggakan Persis Solo berasal dari biaya sewa Stadion Manahan yang belum dibayarkan, dengan nilai yang diperkirakan sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Ya, ada utang sekitar Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar, saya agak lupa pastinya. Tapi baru dicicil Rp 40 juta," ujar Agung saat dihubungi awak media.

Agung menjelaskan, temuan tersebut terungkap saat Komisi II memanggil seluruh dinas yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah, termasuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

Meski secara teknis Dispora merupakan mitra kerja Komisi IV, Komisi II turut memanggil dinas tersebut dalam kapasitas pengawasan terhadap pendapatan daerah.

"Kita baru tahu ternyata ada tanggungan utang sebesar itu setelah rapat kerja dengan Dispora. Utang itu berasal dari sewa stadion untuk periode tahun 2024 hingga 2025," jelas Agung.

Terpisah, Kepala Dispora Kota Solo, Rini Kusumandari, memberikan penjelasan terkait tunggakan pembayaran sewa Stadion Manahan yang dikaitkan dengan Persis Solo.

Menurut Rini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan manajemen Persis untuk menyelesaikan persoalan tersebut, dan klub telah berkomitmen untuk melunasi tunggakan.

"Sebenarnya itu sudah kita bicarakan dengan Persis, manajemen, untuk mereka juga berkomitmen akan menyelesaikan terkait tersebut. Ya, jadi istilahnya kan di tiap musim ya, semoga setelah musim ini, kan musim liga ini, mereka bisa menyelesaikan," katanya.

Rini juga membantah jika tunggakan Persis Solo mencapai Rp2 miliar.

Menurutnya, angka tersebut merupakan total seluruh tagihan yang tercatat per 31 Desember 2025, bukan khusus milik Persis.

"Enggak, enggak ada Rp 2 miliar. Itu kan total semuanya. Enggak, tidak ada Rp 2M, Rp 2M itu total semua tagihan per 31 Desember 2025. Nah, ada juga yang sudah bayar masuk ke kami, ada ratusan juta sudah dibayar juga," ungkapnya.

Rini menambahkan, tunggakan penggunaan Stadion Manahan tidak hanya berasal dari Persis Solo, tetapi juga dari pengguna lapangan lainnya. Namun, ia enggan merinci pihak-pihak lain yang masih memiliki tunggakan pembayaran.

"Tapi memang tidak hanya Persis ya, pengguna lapangan yang lain ada yang belum bayar. Tapi di bulan Januari itu sudah terbayar. Jadi nilainya itu kan total semua tagihan yang ada di sistemnya Dispora, ada sistemnya Bapenda ya karena kan sistem masuk di link-nya Bapenda," jelasnya.

Saat ditanya apakah tunggakan terbesar berasal dari Persis, Rini juga belum dapat memastikan karena data masih dalam proses rekonsiliasi.

"Aku itu nggak bawa catatan totalnya karena kan belum rekon. Aku nanti salah ngomong, jawab gini ternyata di Januari sudah ada pemasukan. Karena aku kemarin datanya itu per 31 Desember," katanya.

Meski demikian, Rini memastikan pihak manajemen Persis Solo telah menyatakan komitmennya untuk segera melunasi kewajiban tersebut. Dispora pun tetap akan melakukan penagihan sambil menunggu mekanisme penyelesaian yang disepakati bersama.

"Jadi mereka sudah berkomitmen untuk segera menyelesaikan dan kami akan duduk untuk bagaimana mekanisme penyelesaiannya. Nanti kan itu juga berjalan lagi kalau mereka sudah clear dengan perhitungannya dengan kami. Nanti kan pasti saya yakin pasti juga akan terselesaikan. Ya kita optimis ajalah karena kan bagaimanapun Persis ini kan juga kebanggaan Solo. Kita masih berusaha untuk tetap menagih," pungkasnya.

Rekomendasi