Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga serta memperkuat kerukunan dan toleransi beragama. Ajakan ini disampaikan dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 yang akan datang, menekankan pentingnya harmoni di tengah keberagaman.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menegaskan bahwa Kota Medan merupakan sebuah kota multikultural yang kaya akan berbagai suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, merawat dan memperkuat kebinekaan menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dan seluruh warganya.
Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota Rico Waas dalam acara Safari Natal yang baru-baru ini diselenggarakan di Medan. Ia menyoroti bagaimana keberagaman yang telah terjalin baik selama ini harus terus dipelihara dan dijaga oleh setiap generasi.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Rico Tri Putra Waas menekankan bahwa keberagaman adalah aset berharga bagi Kota Medan. "Pentingnya merawat keberagaman di Kota Medan. Kota Medan kota multikultural yang dihuni beragama suku, agama dan budaya," ujarnya dalam kesempatan tersebut. Ia menambahkan bahwa fondasi kerukunan Natal Medan yang telah terbangun harus terus diperkuat.
Keharmonisan yang terjalin antarwarga dengan latar belakang berbeda menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan. Pemkot Medan berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif yang mempromosikan persatuan.
Pemerintah Kota Medan meyakini bahwa dengan menjaga keberagaman, kota ini akan semakin maju dan indah. Ajakan untuk merawat kerukunan ini tidak hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga sebagai unit terkecil.
Advertisement
Advertisement
Rico Waas menyoroti komposisi demografi Kota Medan yang sangat beragam, mencakup suku Batak, Jawa, Mandailing, Karo, Melayu, Tionghoa, Nias, dan lainnya. Kehadiran berbagai kelompok ini hidup berdampingan secara harmonis, menciptakan suasana yang kondusif.
"Semuanya ada di sini, Batak, Jawa, Mandailing, Karo, Melayu, Tionghoa, Nias, dan lainnya. Itu kekuatan kita. Kita tidak pernah tanya dulu agamamu apa ketika duduk bersama. Semoga kerukunan ini terus berlanjut sampai seterusnya," kata Rico Waas. Pernyataan ini menegaskan bahwa perbedaan tidak menghalangi interaksi sosial dan kebersamaan.
Ia berharap agar semangat kebersamaan dan toleransi ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Penguatan kerukunan Natal Medan menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sosial dan kemajuan kota. Masyarakat diminta untuk terus saling mendukung dan menjaga keharmonisan.
Advertisement
Advertisement
Selain menyerukan ajakan moral, Pemerintah Kota Medan juga menunjukkan dukungan konkret terhadap komunitas keagamaan. Dalam kesempatan Safari Natal tersebut, Pemkot Medan menyerap berbagai aspirasi dari jemaat gereja. Ini menunjukkan pendekatan partisipatif dalam membangun kota.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Medan juga menyerahkan dana hibah yang dialokasikan untuk rehabilitasi gereja. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan fasilitas dan pelayanan ibadah bagi jemaat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk memastikan semua komunitas keagamaan dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
"Mudah-mudahan dapat mendukung pelayanan dan kegiatan gereja," ujar Rico Waas. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran gereja dalam memupuk nilai-nilai positif di masyarakat, sekaligus menjaga kerukunan Natal Medan. Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kebebasan beragama dan kesejahteraan spiritual warganya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews