Perkuat Ketahanan Sosial, Tarawih Keliling Kemenag TNI Jaga Persatuan Bangsa

Kementerian Agama dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berkolaborasi dalam Program Tarawih Keliling Ramadhan. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan sosial keagamaan dan menjaga persatuan bangsa melalui pendekatan spiritual.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Ketahanan Sosial, Tarawih Keliling Kemenag TNI Jaga Persatuan Bangsa
Kementerian Agama dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berkolaborasi dalam Program Tarawih Keliling Ramadhan. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan sosial keagamaan dan menjaga persatuan bangsa melalui pendekatan spiritual. (AntaraNews)

Kementerian Agama bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berkolaborasi menggelar Program Shalat Tarawih Keliling (Starling) Ramadhan tahun ini. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat ketahanan sosial keagamaan sekaligus mempererat silaturahim kebangsaan di tengah masyarakat. Program ini menjadi ruang penting bagi interaksi antara negara dan umat dalam merawat persatuan melalui pendekatan spiritual.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Starling bukan sekadar agenda ibadah atau kunjungan ke masjid. Menurutnya, program ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta menghadirkan makna dan keberkahan bagi seluruh elemen bangsa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui penguatan nilai keagamaan, moral, dan kerukunan.

Abu Rokhmad menegaskan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat berperan menjaga stabilitas wilayah, sementara Kementerian Agama memiliki fungsi memperkuat ketahanan di bidang keagamaan. Sinergi ini menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Tujuan akhirnya adalah mencapai visi Indonesia Emas 2045 dengan fondasi spiritual dan sosial yang kokoh.

Program Tarawih Keliling (Starling) yang diinisiasi Kementerian Agama dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat memiliki tujuan mendalam. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial keagamaan di tengah masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, nilai-nilai persatuan dan kepedulian sosial diharapkan semakin menguat, menciptakan fondasi yang kokoh bagi kebersamaan.

Abu Rokhmad menegaskan bahwa Starling bukan hanya ritual ibadah semata, melainkan juga wadah strategis. Program ini memfasilitasi pertemuan langsung antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Interaksi ini penting untuk menjaga stabilitas batin dan harmoni sosial di seluruh wilayah Indonesia, memastikan bahwa setiap warga merasa terhubung dengan negaranya.

Kolaborasi antara Kementerian Agama dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menunjukkan pemahaman komprehensif tentang ketahanan nasional. Ketahanan bangsa tidak hanya bergantung pada aspek pertahanan dan keamanan fisik. Penguatan nilai keagamaan, moral, dan kerukunan juga menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan kemajuan bangsa.

Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam program Starling merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan karakter bangsa melalui pendekatan keagamaan. Pendekatan spiritual diyakini efektif dalam membentuk mentalitas positif masyarakat. Ramadhan menjadi momentum ideal untuk meningkatkan ketakwaan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan sesama umat Islam.

Kepala Sekretariat Umum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Budijanto, mewakili Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan pentingnya peran negara. Kehadiran negara dalam memfasilitasi ibadah umat adalah bentuk pelayanan publik yang menyentuh dimensi spiritual dan kebangsaan secara mendalam. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kehidupan beragama warganya.

Suyitno menambahkan bahwa bulan Ramadhan harus dihadirkan sebagai ruang kebersamaan yang menyejukkan dan mempersatukan. Interaksi langsung yang terjalin melalui Tarawih Keliling membuat layanan keagamaan terasa lebih nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi di daerah, termasuk antara penyuluh agama Islam dengan unsur TNI, juga diperkuat untuk membangun toleransi serta mencegah potensi konflik sosial.

Pemerintah berharap nilai-nilai keagamaan yang disemai melalui Starling tidak hanya terbatas di ruang ibadah. Nilai-nilai ini diharapkan dapat meresap ke dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Dengan demikian, program ini berfungsi sebagai penguat persatuan di berbagai lapisan masyarakat, dari perkotaan hingga pedesaan.

Selain bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama juga aktif menggelar Starling. Pada Ramadhan 1447 H ini, kegiatan serupa dilaksanakan di Masjid Jami Baitul Ihsan Bank Indonesia. Masjid Pemuda Al-Muwahhidin Kementerian Pemuda dan Olahraga juga menjadi lokasi pelaksanaan Starling, memperluas jangkauan program ini.

Inisiatif Tarawih Keliling ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kehidupan beragama. Sekaligus, program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga negara. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan bersatu demi kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi