Perayaan HUT ke-78 Mahkamah Agung, Hadirkan 5 Aplikasi yang Tingkatkan Integritas Aparatur Peradilan

Mahkamah Agung meluncurkan 5 aplikasi baru untuk mewujudkan peradilan modern berbasis IT.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
Perayaan HUT ke-78 Mahkamah Agung, Hadirkan 5 Aplikasi yang Tingkatkan Integritas Aparatur Peradilan
Perayaan HUT ke-78 Mahkamah Agung, Hadirkan 5 Aplikasi yang Tingkatkan Integritas Aparatur Peradilan (Merdeka.com)

Memasuki usia yang ke-78 tahun, Mahkamah Agung terus memberikan inovasi demi mendekatkan diri kepada masyarakat. Seiring dengan tujuannya membentuk badan peradilan yang modern dan berbasis teknologi informasi, Mahkamah Agung pun meluncurkan 5 aplikasi terbaru. Momen peluncuran ini berlangsung pada Jumat (18/03/2023) lalu. Kehadiran 5 aplikasi tersebut bertujuan buat semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi dan pelayanan serta meningkatkan integritas aparatur peradilan.

Apa saja sih kelima aplikasi yang baru saja diluncurkan oleh Mahkamah Agung tersebut?

Apa saja sih kelima aplikasi yang baru saja diluncurkan oleh Mahkamah Agung tersebut?
Dok. Istimewa

1. Smart Majelis

Yang pertama ada Smart Majelis, yaitu aplikasi robotika berbasis kecerdasan buatan untuk memilih majelis hakim secara otomatis dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari pengalaman, kompetensi, dan beban kerja hakim. Aplikasi ini juga memberikan pertimbangan jenis perkara yang akan diadili. Tujuannya supaya hakim yang dipilih punya keahlian yang memang sesuai dengan jenis perkara yang ditanganinya.

2. Court Live Streaming

2. Court Live Streaming
Dok. Istimewa

Selanjutnya adalah aplikasi Court Live Streaming. Sesuai namanya, aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam menyaksikan pembacaan amar putusan kasasi dan peninjauan kembali secara langsung. Menariknya, aplikasi tersebut bisa diakses masyarakat umum lewat web atau smartphone.

3. Sistem Pemantauan Kinerja Pengadilan Terintegrasi (SATU JARI)

SATU JARI adalah aplikasi pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum yang punya fungsi buat melakukan pemantauan kinerja pengadilan secara terintegrasi dan real time. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa melakukan analisis kinerja pengadilan di seluruh Indonesia.

4. Layanan Terpadu versi 2.0 (Lentera Versi 2.0)

Aplikasi selanjutnya yang dirilis oleh Mahkamah Agung di usia yang ke-78 ini adalah Lentera versi 2.0. Fungsinya adalah untuk mengelola proses promosi dan mutasi hakim serta tenaga teknis di lingkungan peradilan umum. Sebagai informasi, aplikasi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses promosi dan mutasi hakim serta tenaga teknis pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum.

5. Electronic Integrated Planning System (E-Iplans)

5. Electronic Integrated Planning System (E-Iplans)
Dok. Istimewa

Terakhir ada Electronic Integrated Planning System (E-Iplans) yang dipakai untuk merencanakan anggaran, pengelolaan hibah dan pengelolaan organisasi yang dilakukan secara berjenjang. Mulai dari satuan kerja tingkat pertama, tingkat banding, tingkat eselon I dan tingkat lembaga di lingkungan Mahkamah Agung.

Anugerah Mahkamah Agung

Acara yang berlangsung dalam rangka merayakan HUT Mahkamah Agung tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, para Pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim AdHoc, PLH Sekretaris Mahkamah Agung, pejabat eselon 1 dan 2 serta undangan lainnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain meluncurkan 5 aplikasi terbaru, Mahkamah Agung juga memberikan apresiasi kepada satuan kerja di Mahkamah Agung. Apresiasi tersebut hadir dalam Anugerah Mahkamah Agung.

Nobar Pesan Bermakna Jilid III

Momen perayaan HUT Mahkamah Agung yang ke-78 ini makin lengkap karena juga diisi dengan hiburan penuh makna, yaitu sesi nonton bareng film Pesan Bermakna Jilid III. Menggandeng EMTEK dan SCTV, film tersebut berisi pesan untuk menanamkan nilai kejujuran dan integritas sehingga tercipta badan peradilan yang berkualitas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pesan Bermakna Jilid III merupakan film pendek yang diadaptasi dari novel karya D.Y. Witanto berjudul Euthanasia. Film ini menggandeng Donny Alamsyah, Imelda Therinne, Ully Triani dan Eduwart Manalu sebagai para pemeran dan disutradarai oleh Orista Primadewa.

Dalam sekuel ketiga ini, Dimas (Donny Alamsyah) yang berprofesi sebagai seorang hakim tiba-tiba berhadapan dengan kasus yang membuatnya dilema. Kasus ini mempertemukannya dengan Keumala (Ully Triani), yang bisa dibilang sebagai sosok misterius. Keumala tak hanya mengguncang diri Dimas sebagai seorang hakim, tapi juga menimbulkan pertikaian dalam rumah tangganya bersama Dinda (Imelda Therinne). Siapa sebenarnya sosok Keumala tersebut? Yuk, tonton langsung filmnya di Vidio.com!

Rekomendasi