Penurunan Angka ATS Cianjur: Disdikpora Catat Capaian Signifikan
Disdikpora Cianjur berhasil menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga 30 persen pada tahun 2026 melalui berbagai strategi komprehensif, menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan di wilayah tersebut.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengumumkan penurunan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang signifikan. Tercatat, angka ATS di Cianjur menurun hingga 30 persen pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya, jumlah ATS di wilayah ini mencapai 51 ribu anak, sebuah angka yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari strategi yang terencana dan diterapkan secara berkelanjutan. Strategi tersebut difokuskan pada pengembalian anak usia sekolah formal ke bangku pendidikan sesuai zonasi tempat tinggal mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari akses pendidikan dasar dan menengah.
Selain itu, Disdikpora Cianjur juga mengarahkan orang dewasa yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Fasilitas PKBM tersebar di 32 kecamatan di Cianjur, dilengkapi dengan pembentukan kelompok belajar di 360 desa. Upaya ini bertujuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memastikan kesempatan pendidikan yang merata.
Strategi Komprehensif Menekan Angka ATS
Disdikpora Cianjur menerapkan pendekatan yang berbeda berdasarkan kelompok usia untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Bagi anak-anak usia sekolah formal yang putus sekolah, mereka langsung dimasukkan kembali ke sekolah sesuai dengan sistem zonasi. Pendekatan ini memastikan bahwa anak-anak mendapatkan akses pendidikan formal yang sesuai dengan usia dan lokasi tempat tinggal mereka.
Sementara itu, bagi masyarakat dewasa yang belum menuntaskan pendidikan, Disdikpora mengarahkan mereka ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM ini tersebar di 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, menyediakan program kejar paket yang fleksibel. Selain itu, Disdikpora juga membentuk kelompok belajar di 360 desa untuk mengantisipasi anak-anak yang belum tersentuh pendidikan, memastikan jangkauan yang lebih luas.
Ruhli Solehudin menegaskan bahwa berbagai cara dilakukan setiap tahunnya untuk memastikan anak usia sekolah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Optimalisasi pembangunan pendidikan juga terus dilakukan hingga ke pelosok sesuai regulasi. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi emas di masa depan dan memastikan angka lama sekolah terus meningkat di seluruh wilayah Cianjur.
Akurasi Data dan Koordinasi Lintas Sektor
Salah satu kunci keberhasilan penurunan Angka Tidak Sekolah (ATS) di Cianjur adalah perbaikan data yang lebih akurat. Disdikpora Cianjur telah melakukan validasi ulang terhadap data Pusat Data dan Teknologi Informasi tahun 2025 yang sebelumnya menunjukkan banyak ketidaksinkronan. Proses validasi ulang ini dilakukan pada tahun 2026 untuk mendapatkan gambaran yang lebih tepat mengenai kondisi ATS di lapangan.
Hasil pendataan ulang dan pengecekan zonasi menunjukkan bahwa banyak warga yang sebelumnya terdaftar sebagai ATS ternyata sudah pindah, lulus, atau bahkan meninggal dunia. Verifikasi ulang ini sangat penting untuk memastikan keakuratan data dan efektivitas program. Dengan data yang lebih valid, Disdikpora dapat menargetkan intervensi secara lebih tepat sasaran.
Selain itu, Disdikpora Cianjur juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Cianjur. Koordinasi ini bertujuan untuk merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di Cianjur. Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat lebih menekan angka ATS karena memungkinkan siswa tidak mampu untuk menuntaskan pendidikan tanpa harus mengeluarkan biaya, menghilangkan salah satu hambatan utama pendidikan.
Komitmen Mencetak Generasi Emas
Disdikpora Cianjur memiliki komitmen kuat untuk mengoptimalkan pembangunan pendidikan di seluruh wilayah, termasuk pelosok. Tujuan utamanya adalah mencetak generasi emas di masa depan yang memiliki kualitas pendidikan yang baik. Peningkatan angka lama sekolah menjadi salah satu indikator keberhasilan yang terus diupayakan oleh Disdikpora Cianjur.
Penurunan angka ATS yang signifikan hingga 30 persen pada tahun 2026 ini merupakan bukti nyata dari upaya tersebut. Penurunan ini mencakup berbagai kategori, termasuk anak yang belum pernah sekolah, putus sekolah, serta lulus namun tidak melanjutkan pendidikan. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas program dan strategi yang telah diterapkan oleh Disdikpora Cianjur.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan lebih banyak lagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan. Ini sejalan dengan visi Disdikpora untuk memastikan setiap warga Cianjur mendapatkan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur.
Sumber: AntaraNews