Ratusan calon jamaah haji dari Kota Mataram tahun 2026 mendapatkan pengingat penting dari Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman. Beliau menekankan bahwa predikat haji mabrur tidak hanya bergantung pada kesesuaian pelaksanaan manasik, melainkan juga pada kemampuan menjaga lisan, sikap, serta hubungan baik dengan sesama jamaah. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan manasik haji gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mataram pada 1-4 April 2026.
Wakil Wali Kota Mataram secara spesifik mengingatkan para calon haji untuk senantiasa menjaga interaksi sosial mereka. Kualitas hubungan antar jamaah menjadi faktor krusial dalam menyempurnakan ibadah haji. Pesan ini bertujuan agar seluruh jamaah dapat menjalani ibadah dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
Kegiatan manasik haji gratis ini merupakan bagian dari persiapan komprehensif yang diberikan Pemerintah Kota Mataram. Sebanyak 854 calon haji asal Kota Mataram diharapkan dapat memahami tidak hanya aspek ritual, tetapi juga dimensi sosial dan spiritual dari ibadah haji. Mereka diingatkan bahwa ibadah haji adalah perjalanan yang menuntut kesabaran dan kelapangan hati.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan ilmu manasik memang merupakan syarat fundamental yang tidak bisa diabaikan. Namun, TGH Mujiburrahman menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah satu-satunya penentu seseorang meraih predikat haji mabrur. Kualitas hubungan sosial, kemampuan mengendalikan ucapan, serta sikap terhadap sesama jamaah menjadi bagian integral dari kesempurnaan ibadah haji.
Wakil Wali Kota Mataram mengimbau para calon jamaah untuk tidak hanya berfokus pada ketepatan manasik tanpa memperhatikan interaksi sosial. Beliau mengingatkan agar tidak ada saling menyalahkan atau menuding yang dapat mengurangi ketulusan ibadah. Menjaga ketulusan, keikhlasan, dan adab selama menjalankan ibadah haji adalah prioritas utama bagi setiap jemaah.
Para calon jamaah haji adalah "duyufurrahman" atau tamu Allah SWT. Oleh karena itu, seluruh rangkaian ibadah hendaknya dijalani dengan penuh kesabaran, kelapangan hati, dan niat tulus semata-mata karena Allah. Sikap ini akan membantu jamaah menghadapi berbagai situasi yang mungkin timbul selama di Tanah Suci.
Advertisement
Advertisement
Selama berada di Tanah Suci, para jamaah kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi yang tidak selalu sesuai harapan. Situasi ini bisa berkaitan dengan penginapan, pelayanan, maupun kondisi di lapangan yang mungkin berbeda dari ekspektasi awal. Wakil Wali Kota Mataram berharap seluruh jamaah dapat menyikapi segala hal dengan bijak dan penuh kesabaran.
Apabila ada hal-hal yang ingin disampaikan atau dikeluhkan, disarankan untuk menyampaikannya dengan cara yang baik dan sopan. Namun, jika memungkinkan untuk menerima segala kondisi dengan lapang dada, hal itu akan lebih baik. Pesan ini menekankan bahwa jamaah adalah tamu Allah, bukan hanya tamu hotel, sehingga sikap tawakal dan ikhlas sangat diperlukan.
Sikap sabar dan lapang dada ini akan membantu jamaah menjaga fokus pada tujuan utama ibadah. Dengan demikian, pengalaman spiritual mereka tidak akan terganggu oleh hal-hal kecil yang mungkin terjadi. Ini juga sejalan dengan semangat menjaga lisan dan sikap yang telah ditekankan sebelumnya.
Advertisement
Advertisement
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram, Amir Wisuda, sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah calon jamaah haji asal Kota Mataram tahun 2026 mencapai 854 orang. Selain mendapatkan layanan manasik gratis, mereka juga akan menerima syal dan baju rompi sebagai identitas. Perlengkapan ini sedang dalam proses persiapan untuk memastikan kenyamanan jamaah.
Amir Wisuda menegaskan bahwa persiapan pemberangkatan calon jamaah haji asal Kota Mataram tetap berjalan sesuai jadwal (on progress). Hal ini berlaku meskipun saat ini situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas. Pemerintah Kota Mataram terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.
Masyarakat, khususnya para calon jamaah dan keluarga, diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing kekhawatiran berlebihan terkait isu geopolitik tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh calon jamaah haji siap secara fisik, mental, dan administratif untuk diberangkatkan sesuai kelompok terbang (kloter) yang telah ditentukan. Pemerintah Kota Mataram berjanji akan menjamin keamanan dan kenyamanan warga yang akan menunaikan ibadah haji.
Advertisement
Sumber: AntaraNews