Penjual Paruh Burung Rangkong dan Tanduk Kijang di Aceh Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Desember 2018 02:45 Reporter : Afif
Penjual Paruh Burung Rangkong dan Tanduk Kijang di Aceh Dibekuk Polisi Tanduk Rusa diamankan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi Aceh Tenggara meringkus 4 pelaku perdagangan gelap paruh rangkong gading dan tanduk rusa (kijang) di Hotel Sartika, Jalan Barung, Gampong Gusung Batu, Kecamatan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (13/12) sekira pukul 14.47 WIB.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosaputro membenarkan ada penangkapan empat warga pelaku penjualan paruh rangkong dan tanduk kijang.

"Benar ada penangkapan tadi," kata AKBP Rahmad Hardeny Yanto Ekosaputro singkat via WhatsApp.

Barang bukti yang disita berupa 16 paruh rangkong gading seberat 1.328 gram, 19 tanduk rusa, 1 timbangan digital, 6 unit handphone dan 1 unit senjata api jenis airsoft gun made in Vietnam. Taksiran nilai untuk paruh burung dilindungi itu bisa mencapai Rp 126 juta lebih.

Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapti Aji Prabowo mengapresiasi pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap pelaku bisa dihukum berat pelaku, agar bisa menjadi efek jera.

"Sekaligus prihatin, masih saja ada perdagangan dilindungi, khususnya paruh rangkong gading ini," ungkap Sapto.

Kata Sapto, Rangkong gading ini monogami dan ketika betina mengerami telor di lobang pohon, makanannya disuplai jantan. "Kalo jantan ditembak, sekeluarga yang mati," jelasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini