Pengibar bendera mirip HTI di Garut bernama Uus Sukmana dari Desa Cibatu

Kamis, 25 Oktober 2018 18:48 Reporter : Merdeka
Pengibar bendera mirip HTI di Garut bernama Uus Sukmana dari Desa Cibatu borgol. shutterstock

Merdeka.com - Polisi telah mengamankan pria yang mengibarkan bendera mirip organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) saat upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Pria tersebut berinisial US (34).

Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto mengatakan, US diamankan penyidik Polda Jawa Barat di Bandung pada pukul 13.00 WIB tadi. US langsung dibawa ke Mapolda Jawa Barat untuk diperiksa sebagai saksi.

"Yang bersangkutan bernama Uus Sukmana berasal dari Desa Cibatu, Garut dan ditangkap di Jalan Laswi, Bandung di tempat kerjanya," ujar Arief di Mabes Polri, Kamis (25/10).

Arief mengungkapkan, US sehari-hari bekerja di toko bangunan di kawasan Bandung. Polisi belum bisa mengungkapkan motif US mengibarkan bendera mirip HTI di upacara Hari Santri Nasional.

"Saat ini sedang diinterogasi di Polda Jabar. Untuk lengkapnya besok pagi jam 10.00 WIB kita akan konpers di sini," katanya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana menyebut, pihaknya tengah memburu penyusup yang masuk ke acara peringatan HSN di Lapangan Limbangan, Garut.

Dia menyebut pembawa bendera mirip HTI itu sebagai penyusup karena panita dan peserta upacara HSN telah sepakat untuk tidak membawa atribut selain bendera merah putih.

Umar mengatakan, upacara yang dipimpin langsung oleh Camat Limbangan itu berlangsung lancar. Namun, di tengah upacara berlangsung, muncul seorang laki-laki menggunakan kopiah dan mengunakan kain berwarna hijau mengibarkan bendera yang identik dengan HTI.

"Sebagai pihak keamanan yakni Banser bersikap. Karena telah diatur dalam tupoksi pada saat rapat awal. Banser kemudian mengamankan orang itu lalu dibawa ke posko," ujarnya.

Selain itu, Banser yang bertindak sebagai keamanan di acara tersebut mengamankan bendera lalu si pemuda tersebut kembali mengukuti upacara.

"Pada saat itu ditanya tidak bawa STNK, KTP atau identitas lainnya sama sekali. Hanya ngaku orang Cibatu. Dan memang bahasanya mengunakan logat Sunda," papar Umar.

Kemudian setelah selesai upacara ada dua orang anggota Banser yang melakukan tindakan pembakaran bendera.

"Tindakan pembakaran tadi dilakukan oleh subyek tanpa adanya niat apapun kecuali yang ia tahu ini bendera HTI," kata Umar.

Karena itu, Umar mengatakan, pihaknya mencari pemuda yang membawa bendera tersebut untuk mengetahui motif yang bersangkutan.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini