Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa akses pendidikan adalah fondasi utama pembangunan di wilayahnya. Komitmen ini diwujudkan melalui program pendidikan gratis yang menjadi prioritas utama pemerintah provinsi sejak awal masa kepemimpinannya. Program ini bertujuan untuk memastikan setiap anak didik mendapatkan kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan.
Meki Nawipa menyatakan bahwa kunci pembangunan bangsa hanya dapat dicapai melalui sektor pendidikan yang kuat dan merata. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan gratis ini berlaku bagi seluruh warga di Papua Tengah tanpa terkecuali. Ia bahkan mengklaim bahwa program serupa mungkin menjadi satu-satunya di Indonesia yang menggratiskan pendidikan secara menyeluruh.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah talkshow capaian satu tahun kepemimpinan Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley di Nabire pada Jumat (20/2). Acara yang dipandu oleh jurnalis senior Andy Noya tersebut menyoroti berbagai keberhasilan, termasuk dampak signifikan dari inisiatif pendidikan gratis yang telah berjalan.
Advertisement
Advertisement
Implementasi Program Pendidikan Gratis Papua Tengah
Sejak tahun 2025 hingga saat ini, program pendidikan gratis telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua Tengah. Sebanyak 128 sekolah di delapan kabupaten telah merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Total 26.217 siswa tercatat sebagai penerima manfaat langsung dari program tersebut.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan finansial tambahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bantuan biaya pendidikan disalurkan kepada 150 siswa berprestasi yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan. Langkah ini bertujuan untuk mendorong siswa agar terus berprestasi dan mencapai potensi maksimal mereka.
Dukungan tidak hanya berhenti pada tingkat sekolah dasar dan menengah, tetapi juga merambah ke pendidikan tinggi. Dana pendidikan sebesar Rp22,8 miliar telah dialokasikan untuk 5.210 mahasiswa yang tersebar di 25 perguruan tinggi di Papua Tengah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di berbagai jenjang pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Beasiswa dan Peningkatan Kualitas Guru
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga aktif menyalurkan berbagai jenis beasiswa untuk mendukung siswa dan mahasiswa berprestasi. Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) dalam negeri diberikan kepada 85 mahasiswa dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar. Program ini diharapkan dapat mencetak generasi muda Papua yang kompeten dan siap bersaing.
Tidak hanya fokus pada siswa, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 792 guru di delapan kabupaten telah mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG) sertifikasi. Anggaran sebesar Rp15,9 miliar disiapkan untuk program ini, menunjukkan investasi serius dalam peningkatan kompetensi guru.
Inovasi lain yang dilakukan adalah pembangunan sekolah berasrama atau boarding school di Nabire. Pendirian sekolah ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi kendala keamanan dan akses pendidikan yang kerap terjadi di wilayah konflik. Dengan fasilitas berasrama, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih aman dan fokus.
Advertisement
Advertisement
Pendidikan sebagai Daya Pikat Pembangunan Daerah
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, turut menyoroti peran krusial pendidikan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan adalah faktor utama yang menciptakan daya tarik suatu wilayah untuk berkembang. "Ibaratnya, di mana pendidikan belum ada, di sana belum ada daya pikat," ujarnya.
Deinas Geley menambahkan bahwa kehadiran pendidikan akan memunculkan daya pikat yang luar biasa di tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Meki Nawipa dalam pembangunan sumber daya manusia. Konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan menunjukkan keseriusan kepemimpinan provinsi.
"Pendidikan adalah kepemimpinan. Orang sekolah itu untuk memimpin sesuatu," kata Deinas Geley. Ia menekankan bahwa tanpa pendidikan yang memadai, segala upaya pembangunan yang dilakukan saat ini tidak akan berhasil di masa depan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya investasi jangka panjang dalam sektor pendidikan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews