Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pendemo di Palembang Mengeluh ke Polwan, Celana Sobek Gara-Gara Kawat Berduri

Pendemo di Palembang Mengeluh ke Polwan, Celana Sobek Gara-Gara Kawat Berduri Demonstran tolak UU Cipta Kerja di Palembang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan peserta aksi dari Aliansi Mahasiswa Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Simpang Lima DPRD Sumsel di Palembang, Senin (12/10). Demo dijaga ketat ratusan kepolisian dilengkapi mobil water cannon.

Peserta aksi kali ini tidak cukup banyak jika dibanding demo tiga hari berturut-turut pekan lalu. Sementara petugas yang melakukan penjagaan ketat lebih banyak dari jumlah massa. Ditambah anggota TNI juga berjaga di depan pintu masuk kantor DPRD Sumsel.

Bahkan, akses jalan menuju kantor DPRD Sumsel diblokade dengan kawat berduri. Massa hanya bisa berorasi menyampaikan aspirasi di tengah jalan yang dikelilingi kawat.

Terlalu dekat dengan kawat berduri, celana jin salah seorang peserta aksi sobek. Dia pun berkeluh kesah dengan polwan-polwan yang berjaga di belakang.

"Waduh Bu Polwan, celana saya robek gara-gara kawat ini," kata dia.

Melihat itu, seorang mahasiswi mengenakan almamater hijau mendekat. Lantas dia memegang dan merasakan tajamnya kawat tersebut.

"Tajam juga duri kawatnya ya, bisa luka kalau terkena," ujarnya.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai DPR RI dan pemerintah lebih peduli terhadap investor asing dari pada anak bangsa. UU Omnibus Law Cipta Kerja sebagai gambaran ketidakberpihakan pemerintah dan legislator kepada bangsa sendiri.

"Kami menuntut UU Omnibus Law dicabut, kita tolak UU itu," ungkap salah satu orator.

Hingga berita ini diturunkan, unjuk rasa berlangsung kondusif. Peserta aksi memilih duduk di jalanan sambil mendengarkan orasi yang disampaikan rekannya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP