Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menegaskan bahwa penanganan stunting di wilayahnya merupakan prioritas penting. Stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada bayi dan balita akibat kekurangan gizi, memiliki dampak luas terhadap masa depan generasi. Kondisi ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia dan keberlangsungan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Fredy saat membuka kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Tematik Penanggulangan Stunting Tahun 2026 di Jakarta, Kamis. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyusun program yang terintegrasi dan tepat sasaran. Fokus utamanya adalah memastikan intervensi menyasar keluarga yang membutuhkan secara akurat.
Menurut Fredy, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai aspek kehidupan. Upaya ini mencakup pemenuhan gizi ibu dan anak, perbaikan sanitasi, serta akses air bersih yang memadai. Edukasi pola asuh di masyarakat juga menjadi kunci penting dalam pencegahan stunting.
Advertisement
Advertisement
Data prevalensi stunting di Jakarta Utara menunjukkan dinamika yang perlu menjadi perhatian serius. Pada tahun 2022, angka prevalensi tercatat sebesar 18,5 persen. Angka ini kemudian mengalami peningkatan menjadi 19,8 persen pada tahun 2023.
Namun, pada tahun 2024, terdapat penurunan signifikan menjadi 19,7 persen, meskipun masih memerlukan upaya lebih lanjut. Penurunan ini dinilai sebagai hasil kerja keras bersama dari berbagai sektor. Sektor-sektor tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Fredy Setiawan menekankan pentingnya perencanaan yang berbasis data akurat dan by name by address. Hal ini memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan bantuan. Pendekatan ini diharapkan dapat memaksimalkan efektivitas program penanggulangan stunting.
Advertisement
Advertisement
Penanganan stunting memerlukan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah. Fredy mengajak semua pihak untuk memperkuat peran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga memiliki peran fundamental dalam memastikan gizi dan pola asuh yang baik bagi anak.
Selain itu, peran kader posyandu dan kader PKK juga sangat vital sebagai garda terdepan di komunitas. Mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan dapat memberikan edukasi serta pendampingan. Fokus utama adalah pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, periode krusial bagi tumbuh kembang anak.
Melalui forum Pra Musrenbang ini, diharapkan dapat tersusun program yang terintegrasi dan tepat sasaran. Integrasi program dari berbagai instansi dan komunitas akan menciptakan sinergi yang kuat. Sinergi ini esensial untuk mencapai target penurunan stunting secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Wakil Wali Kota Jakarta Utara menyatakan optimisme tinggi terhadap upaya penanggulangan stunting. Dengan kerja keras dan komitmen bersama, target penurunan stunting dapat dicapai. Pencapaian ini akan berkontribusi pada terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Fredy Setiawan menegaskan bahwa investasi dalam penanganan stunting adalah investasi untuk masa depan bangsa. Generasi yang bebas stunting akan memiliki potensi maksimal untuk berkontribusi pada pembangunan. Oleh karena itu, setiap langkah kecil dalam penanggulangan stunting sangat berarti.
Seluruh pihak di Jakarta Utara diharapkan terus bersinergi dan berinovasi dalam program-program pencegahan stunting. Komitmen berkelanjutan ini akan memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh kembang secara optimal. Dengan demikian, cita-cita menciptakan sumber daya manusia unggul dapat terwujud.
Advertisement
Sumber: AntaraNews