Penampakan Kolom Abu Gunung Marapi Pascaerupsi, Warga Dilarang Aktivitas Radius 3 km dari Pusat Kawah

Tinggi kolom abu saat erupsi teramati 1.200 meter di atas puncak.

Lisa Septri Melina
Oleh Lisa Septri Melina - Reporter
Penampakan Kolom Abu Gunung Marapi Pascaerupsi, Warga Dilarang Aktivitas Radius 3 km dari Pusat Kawah
Penampakan Kolom Abu Gunung Marapi Pascaerupsi, Warga Dilarang Aktivitas Radius 3 km dari Pusat Kawah (Merdeka.com)

Gunung Marapi yang terletak di Kabupatan Agam dan Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada hari ini, Rabu (16/7) pukul 10.42 WIB. Tinggi kolom abu saat erupsi teramati 1.200 meter di atas puncak.

"Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.091 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.5 mm dan durasi sementara kurang lebih 47 detik.

Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada), dengan rekomendasi masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Kemudian masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Apabila terjadi hujan abu kami mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA)," sebutnya.

Kepada seluruh pihak diminta menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam juga diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Marapi melalui website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id, website PVMBG https://vsi.esdm.go.id, website Magma Indonesia https://magma.esdm.go.id, aplikasi Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau melalui media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram @pvmbg_).

Rekomendasi