Advertisement
Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan pemulihan layanan air bersih di wilayahnya. Kondisi ini terjadi pascabencana banjir yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Laporan disampaikan dalam rapat terbatas yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Pemulihan layanan air bersih Aceh Tamiang menjadi prioritas utama setelah fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengalami kerusakan parah. Kerusakan fatal ini menghambat distribusi air kepada masyarakat, sehingga memerlukan upaya perbaikan intensif. Pemerintah daerah dan pusat berkolaborasi untuk mengembalikan akses vital ini.
Berbagai pihak terlibat aktif dalam upaya pemulihan, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan dari TNI dan Polri. Langkah-langkah darurat seperti pengeboran sumur dan suplai air tangki terus dilakukan. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan dasar warga akan air bersih tetap terpenuhi selama proses perbaikan infrastruktur.
Advertisement
Advertisement
Armia Fahmi menjelaskan bahwa fasilitas PDAM di Aceh Tamiang mengalami kerusakan signifikan akibat banjir. Kerusakan ini terjadi pada akhir November 2025, menyebabkan terganggunya pasokan air bersih bagi warga. Proses perbaikan infrastruktur PDAM saat ini sedang dalam tahap pengerjaan untuk mengembalikan fungsi normalnya.
Bupati Armia Fahmi menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas. Laporan ini menyoroti urgensi pemulihan layanan air bersih di daerah terdampak. Presiden menerima informasi mengenai tantangan yang dihadapi dalam upaya rekonstruksi pasca-bencana.
Saat ini, distribusi air bersih baru dapat menjangkau dua kecamatan, yakni Kuala Simpang dan Karang Baru. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan layanan masih terbatas dan memerlukan perluasan. Upaya terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan di wilayah lain yang masih terdampak.
Advertisement
Advertisement
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan dukungan berupa dua unit genset untuk instalasi air. Bantuan ini krusial untuk memperkuat pasokan listrik yang dibutuhkan dalam operasional fasilitas PDAM. Kehadiran genset membantu memastikan proses perbaikan dan distribusi air dapat berjalan lebih lancar.
Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, berencana membangun ulang infrastruktur air bersih di tiga kecamatan terdampak lainnya. Rencana ini bertujuan untuk memperluas cakupan pelayanan PDAM di Aceh Tamiang secara signifikan. Pembangunan ulang ini diharapkan dapat menyediakan solusi jangka panjang bagi ketersediaan air bersih.
Selain itu, TNI dan Polri turut serta dalam upaya pemulihan dengan melakukan pengeboran sumur tanah. Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaporkan 129 titik pengeboran telah dilakukan oleh TNI AD. Sumur bor ini berkedalaman 100 hingga 200 meter, ditujukan untuk kebutuhan air minum masyarakat.
Advertisement
Kepala BNPB Suharyanto menambahkan bahwa Polri juga menggali sumur bor dengan kedalaman 10 hingga 30 meter. Total sumur bor dari berbagai pihak diperkirakan mencapai ratusan titik. Upaya kolaboratif ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah krisis.
Advertisement
Di tengah proses perbaikan infrastruktur, kebutuhan air bersih warga dipenuhi melalui berbagai upaya darurat. Bantuan suplai air menggunakan mobil tangki terus berjalan ke desa-desa terdampak. Tujuannya adalah memastikan setiap warga tetap memiliki akses terhadap air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Bupati Armia Fahmi mengapresiasi bantuan TNI dan Polri dalam pengeboran sumur tanah. Sumur-sumur ini dibangun di lokasi strategis seperti tempat pengungsian, sekolah, dan masjid. Keberadaan sumur bor sangat membantu masyarakat yang kehilangan akses air bersih dari PDAM.
Meskipun upaya pemulihan Pemulihan Air Bersih Aceh Tamiang telah berjalan masif, Kepala BNPB Suharyanto mengakui bahwa kebutuhan masih belum sepenuhnya tercukupi. Namun, dengan suplai air tangki yang terus beroperasi setiap hari, kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi. Kolaborasi antar lembaga terus dioptimalkan untuk mempercepat proses pemulihan menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews