Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian Universitas Doberai. Inisiatif ini digagas oleh Yayasan Tiga Generasi Baru dengan tujuan utama memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat lokal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut secara signifikan.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, di Sorong menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik rencana tersebut. Pendidikan dianggap sebagai instrumen krusial dalam upaya peningkatan kualitas SDM Papua. Pendirian perguruan tinggi baru ini dinilai sebagai niat baik untuk kemajuan pendidikan di wilayah Kepala Burung Papua.
Meskipun pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pendirian perguruan tinggi akademik di Indonesia, kebijakan ini memberikan pengecualian bagi wilayah Papua. Hal ini membuka peluang bagi Universitas Doberai untuk didirikan. Pemerintah daerah berharap kehadiran universitas ini dapat meningkatkan kualitas SDM, khususnya orang asli Papua, serta memperluas kesempatan mereka memperoleh pendidikan tinggi tanpa harus ke luar daerah.
Advertisement
Advertisement
Dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap pendirian Universitas Doberai sangat strategis. Pj Sekda Yakob Kareth menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan berbagai bentuk dukungan. Dukungan tersebut meliputi aspek regulasi, penyediaan lahan, dan alokasi anggaran.
Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemprov PBD dalam memajukan sektor pendidikan di wilayahnya. Keberadaan perguruan tinggi lokal sangat vital untuk mengurangi kesenjangan pendidikan. Selain itu, juga untuk memastikan bahwa generasi muda Papua mendapatkan kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan tinggi berkualitas.
Pengecualian moratorium pendirian perguruan tinggi akademik untuk wilayah Papua menjadi angin segar. Ini adalah peluang emas untuk mempercepat pembangunan pendidikan di daerah yang selama ini masih tertinggal. Pemerintah berharap semua pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk mempercepat proses pendirian Universitas Doberai.
Advertisement
Advertisement
Gagasan mendirikan Universitas Doberai muncul dari pengamatan Ketua Yayasan Tiga Generasi Baru, Eduard Yumame, terhadap kondisi pendidikan tinggi di Kota Sorong. Ia melihat bahwa sebagian besar perguruan tinggi yang ada menawarkan program studi yang relatif seragam. Kondisi ini menuntut adanya kampus baru dengan keunggulan yang berbeda dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Universitas Doberai dirancang untuk menawarkan program studi yang lebih sesuai dengan tuntutan zaman. Fokus utamanya adalah pada bidang teknologi informasi dan sektor-sektor strategis lainnya. Visi ini bertujuan mempersiapkan lulusan yang kompetitif dan siap bersaing di pasar kerja yang terus berkembang.
Dengan kurikulum inovatif, Universitas Doberai diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan. Kampus ini akan mencetak SDM unggul yang mampu berkontribusi pada pembangunan daerah. Program studi yang relevan akan memastikan bahwa investasi pendidikan ini memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Papua Barat Daya.
Advertisement
Advertisement
Koordinator Tim Penyusun Dokumen Pendirian Universitas Doberai, Dr. Inge Gunawan, menjelaskan tahapan awal yang telah dilakukan. Timnya telah melakukan riset kebutuhan pasar untuk mengidentifikasi program studi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat dan dunia kerja di Papua Barat Daya. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam penyusunan program studi yang akan dibuka.
Sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), pendirian universitas baru harus disertai pembukaan minimal lima program studi. Program studi tersebut terdiri dari tiga program studi bidang sains dan dua program studi bidang sosial. Selain itu, persyaratan ketersediaan dosen tetap juga sangat ketat.
Setiap program studi harus didukung oleh sedikitnya lima dosen tetap dengan kualifikasi akademik linier, minimal berpendidikan magister, dan diutamakan doktor. Totalnya, Universitas Doberai membutuhkan setidaknya 25 dosen tetap yang memenuhi persyaratan ini, termasuk tidak berstatus aparatur sipil negara dan tidak terdaftar sebagai dosen tetap di perguruan tinggi lain. Yayasan optimistis seluruh persyaratan dapat dipenuhi hingga akhir 2026, dengan target penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama pada 2027.
Advertisement
Sumber: AntaraNews