Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meniadakan kegiatan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud solidaritas mendalam terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah. Langkah ini mencerminkan empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap situasi sulit yang dialami banyak warga di Indonesia.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa peniadaan perayaan ini merupakan respons atas bencana yang melanda baik di wilayah NTB maupun di tingkat nasional. Bencana seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi perhatian utama yang mendorong kebijakan ini. Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong di tengah musibah yang sedang dihadapi.
Sebagai pengganti pesta perayaan, Pemprov NTB akan menyelenggarakan munajat zikir dan doa bersama yang lebih bermakna. Acara spiritual ini dijadwalkan pada tanggal 17 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-67 Provinsi NTB. Kegiatan ini bertujuan untuk bersyukur atas segala karunia serta menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi kepada sesama.
Advertisement
Advertisement
Keputusan untuk meniadakan perayaan malam pergantian tahun baru diambil dengan pertimbangan matang atas kondisi terkini yang menimpa banyak saudara sebangsa. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa tidak ada kebutuhan untuk mengadakan pesta di tengah duka dan kesulitan yang dialami masyarakat. "Tidak perlu ada pesta tahun baru, apalagi ada warga kita tertimpa bencana di NTB maupun nasional," ujarnya di Mataram, Sabtu, menekankan pentingnya empati.
Solidaritas ini tidak hanya ditujukan kepada korban bencana di NTB, tetapi juga mencakup saudara-saudara sebangsa di daerah lain yang sedang berjuang. Bencana banjir yang melanda Sumatera menjadi salah satu pemicu utama kebijakan peniadaan perayaan ini. Pemprov NTB ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian lebih penting daripada euforia sesaat yang bersifat duniawi.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial. Peniadaan perayaan tahun baru ini menjadi simbol bahwa pemerintah daerah berpihak pada masyarakat yang sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Empati dan rasa persaudaraan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh Pemprov NTB.
Advertisement
Advertisement
Sebagai alternatif dari perayaan tahun baru yang bersifat hura-hura, Pemprov NTB akan menggelar acara yang lebih bermakna dan spiritual. Kegiatan munajat zikir dan doa bersama dipilih untuk mengisi malam pergantian tahun dengan nuansa keagamaan dan refleksi diri. "Kita akan zikir besar bersama masyarakat pada tanggal 17 malam, NTB bermunajat," kata Gubernur Iqbal, mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi.
Gubernur Iqbal menambahkan bahwa inti dari kegiatan ini adalah untuk bersyukur atas rahmat Tuhan dan menunjukkan empati yang mendalam. "Intinya untuk bersyukur dan menunjukkan empati. Kita tidak perlu pesta-pesta di tahun baru, apalagi saat warga kita dan saudara-saudara di Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang tertimpa bencana. Kita tunjukkan solidaritas," tegasnya. Acara ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarwarga dan meningkatkan kesadaran sosial.
Selain fokus pada kegiatan spiritual, Pemprov NTB juga berkomitmen untuk menggalang bantuan bagi warga terdampak bencana banjir di Sumatera. Donasi resmi dari Pemprov NTB akan segera dibuka dalam waktu dekat untuk mengumpulkan dukungan dari masyarakat. "Donasi resmi dari Pemprov NTB akan dibuka dalam satu hingga dua hari ke depan, sambil menunggu informasi terbaru dari BNPB terkait kebutuhan di daerah terdampak," jelas Gubernur Iqbal. Ini menunjukkan tindakan nyata pemerintah daerah dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Advertisement
Inisiatif ini merupakan bukti konkret dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi di NTB. Dengan meniadakan perayaan yang bersifat konsumtif dan menggantinya dengan kegiatan yang lebih religius serta aksi kemanusiaan, Pemprov NTB berharap dapat memberikan teladan. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kebersamaan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews