Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan inisiatif penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ratusan bibit pohon disiapkan gratis untuk masyarakat. Langkah ini bertujuan mengantisipasi berbagai bencana alam yang sering terjadi.
Gubernur NTB Lalu M Iqbal menyerukan ajakan menanam pohon kepada seluruh elemen masyarakat. Seruan ini disampaikan saat acara Safari Ramadhan di Masjid Agung Praya, Lombok Tengah, Sabtu (07/3). Penanaman pohon dianggap krusial untuk menjaga keseimbangan alam.
Bibit pohon yang disediakan meliputi jenis durian, alpukat, dan kopi. Masyarakat dapat mengambil bibit tersebut secara cuma-cuma. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif warga dalam reboisasi.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Pemprov NTB dalam Gerakan Penghijauan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui program penyediaan bibit pohon gratis bagi seluruh masyarakat. Gubernur Lalu M Iqbal secara langsung menyerukan pentingnya menanam berbagai jenis pohon.
Ratusan bibit pohon yang disiapkan mencakup varietas unggulan seperti durian, alpukat, dan kopi. Ketersediaan bibit ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam gerakan reboisasi. Warga diimbau segera mengambil bibit tersebut untuk ditanam di lingkungan sekitar.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penanaman fisik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif. Pemprov NTB berharap masyarakat dapat memahami urgensi menjaga keseimbangan alam. Partisipasi aktif setiap individu sangat krusial demi keberlanjutan ekosistem.
Advertisement
Dengan menanam pohon, masyarakat turut berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Pohon memiliki peran vital dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Gerakan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan NTB yang lebih hijau dan aman.
Advertisement
Kerusakan Hutan Pemicu Bencana Alam dan Urgensi Reboisasi
Gubernur Iqbal secara seksama mencermati peningkatan frekuensi bencana alam di NTB, terutama banjir bandang. Observasi ini dilakukan setelah kunjungan kerja ke berbagai wilayah, termasuk Pulau Lombok dan Sumbawa. Fenomena bencana yang sebelumnya jarang terjadi kini menjadi ancaman nyata.
Peningkatan bencana ini diyakini sangat erat kaitannya dengan terganggunya keseimbangan ekosistem alam. Kerusakan hutan menjadi faktor dominan yang memicu kondisi darurat tersebut. Penggundulan hutan untuk pembukaan lahan tanpa perencanaan menjadi akar masalahnya.
Ketika hutan mengalami deforestasi, kemampuan tanah untuk menyerap air hujan secara drastis berkurang. Air hujan tidak lagi terserap dengan baik, melainkan mengalir deras ke area pemukiman. Kondisi ini memicu banjir bandang yang merusak infrastruktur vital dan fasilitas publik.
Advertisement
Oleh karena itu, Gubernur mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perusakan kawasan hutan. Menanam pohon adalah solusi preventif yang paling efektif untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan. Upaya kolektif ini sangat penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews