Pemprov Jatim Salurkan Bansos Rp7,73 Miliar di Pasuruan, Targetkan Pengentasan Kemiskinan

Pemprov Jatim menyalurkan bansos Rp7,73 miliar di Kabupaten Pasuruan, menegaskan komitmen pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Jatim Salurkan Bansos Rp7,73 Miliar di Pasuruan, Targetkan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jatim menyalurkan bansos Rp7,73 miliar di Kabupaten Pasuruan, menegaskan komitmen pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) dan tali asih senilai total Rp7.735.250.000, Pemprov Jatim menyasar Kabupaten Pasuruan. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi keluarga penerima manfaat di wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menyerahkan bantuan tersebut di Pasuruan pada Selasa. Penyaluran bansos Pemprov Jatim Pasuruan ini menargetkan berbagai kelompok masyarakat. Termasuk di antaranya adalah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan warga miskin ekstrem.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan. Bantuan tersebut juga bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Khofifah menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak dan tepat sasaran.

Penyaluran bansos Pemprov Jatim Pasuruan ini mencakup berbagai program dengan sasaran yang berbeda. Salah satu komponen terbesar adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Program ini menyasar 1.747 keluarga penerima manfaat.

Setiap keluarga penerima PKH Plus mendapatkan alokasi dana sebesar Rp2 juta. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai lebih dari Rp3,494 miliar. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga.

Selain PKH Plus, Pemprov Jatim juga menyalurkan bansos bagi 1.503 warga yang tergolong miskin ekstrem. Masing-masing penerima manfaat dalam kategori ini mendapatkan Rp1,5 juta. Dana sebesar Rp2,25 miliar dialokasikan untuk membantu kelompok rentan ini.

Bantuan sosial Pemprov Jatim juga menjangkau kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 83 penyandang disabilitas menerima bantuan masing-masing sebesar Rp3,6 juta. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara turut disalurkan kepada 100 penerima. Setiap penerima KIP Putri Jawara mendapatkan Rp3 juta. Inisiatif ini bertujuan mendukung pendidikan dan pengembangan potensi perempuan muda.

Untuk mendorong kemandirian ekonomi, bansos Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP PPKS Jawara) diberikan kepada 10 jiwa penerima manfaat. Mereka menerima bantuan modal masing-masing Rp3 juta. Program ini dirancang untuk menciptakan peluang usaha baru.

Pemprov Jatim tidak melupakan peran penting pilar-pilar sosial dalam mendukung program kesejahteraan. Bantuan tali asih diberikan kepada 182 jiwa yang terdiri dari Taruna Tanggap Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping disabilitas, dan SDM PKH Plus. Apresiasi ini menggarisbawahi dedikasi mereka.

Selain itu, terdapat pula bantuan zakat produktif sebesar Rp500 ribu untuk 30 jiwa. Dana ini bersumber dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jatim. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi modal awal untuk usaha produktif.

Pengembangan ekonomi desa juga menjadi fokus dengan penyaluran bantuan kepada tiga BUM Desa di Kabupaten Pasuruan, masing-masing Rp100 juta. Dua desa menerima bantuan Desa BERDAYA masing-masing Rp100 juta, dan tiga desa mendapatkan JATIM PUSPA dengan total Rp441.350.000. Ini menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam pembangunan desa.

Berikut adalah rincian penyaluran bansos Pemprov Jatim di Kabupaten Pasuruan:

  • Program Keluarga Harapan (PKH) Plus: 1.747 keluarga, masing-masing menerima Rp2 juta, dengan total lebih dari Rp3,494 miliar.
  • Bantuan untuk Warga Miskin Ekstrem: 1.503 jiwa, masing-masing menerima Rp1,5 juta, dengan total Rp2,25 miliar.
  • Bansos Penyandang Disabilitas: 83 jiwa, masing-masing menerima Rp3,6 juta.
  • Kartu Indonesia Pintar (KIP) Putri Jawara: 100 penerima, masing-masing menerima Rp3 juta.
  • Kewirausahaan Inklusif dan Produktif (KIP PPKS Jawara): 10 jiwa, masing-masing menerima bantuan modal Rp3 juta.
  • Tali Asih Pilar Sosial: Total 182 jiwa yang terdiri dari Tagana, TKSK, pendamping disabilitas, dan SDM PKH Plus.
  • Zakat Produktif (dari BUMD Provinsi Jatim): 30 jiwa, masing-masing menerima Rp500 ribu.
  • Bantuan BUM Desa: 3 desa, masing-masing menerima Rp100 juta.
  • Bantuan Desa BERDAYA: 2 desa, masing-masing menerima Rp100 juta.
  • Bantuan JATIM PUSPA: 3 desa, dengan total Rp441.350.000.

Gubernur Khofifah menegaskan harapannya agar seluruh bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak untuk pengentasan kemiskinan. Selain itu, bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kewirausahaan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi