Pemkot Surabaya dan ABP-PTSI Bersinergi Wujudkan Sarjana dari Keluarga Miskin

Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur meluncurkan program ambisius untuk mewujudkan sarjana dari keluarga miskin di kota tersebut, memberikan harapan baru bagi pendidikan t

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Surabaya dan ABP-PTSI Bersinergi Wujudkan Sarjana dari Keluarga Miskin
Pemerintah Kota Surabaya berkolaborasi dengan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur meluncurkan program ambisius untuk mewujudkan sarjana dari keluarga miskin di kota tersebut, memberikan harapan baru bagi pendidikan t (AntaraNews)

Pemerintah Kota Surabaya bersama Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur telah memulai sebuah inisiatif kolaboratif. Program ini bertujuan utama untuk memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Surabaya secara menyeluruh.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi swasta sangat krusial. Kerja sama ini tidak hanya mencakup pemberian beasiswa, tetapi juga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dukungan keberlanjutan bagi mahasiswa setelah lulus. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pendidikan menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota, percaya bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya bergantung pada perguruan tinggi negeri (PTN) saja. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga memiliki peran vital dalam menunjang pendidikan dan mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi. Dengan bersinergi di setiap Rukun Warga (RW), diharapkan berbagai masalah di Surabaya dapat terselesaikan secara komprehensif.

Kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan ABP-PTSI Jawa Timur dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif. Program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari bantuan biaya pendidikan hingga pengembangan potensi mahasiswa. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa tidak ada lagi hambatan finansial yang menghalangi generasi muda meraih pendidikan tinggi.

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya sinergi antara semua pemangku kepentingan dalam memajukan kota. Kemajuan Surabaya tidak hanya hasil kerja keras pemerintah kota, tetapi juga merupakan buah dari kerja sama erat dengan berbagai pihak. Ini termasuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, serta individu-individu yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi.

Inisiatif ini juga bertujuan untuk menunjukkan bahwa pencapaian dalam penurunan stunting, pengurangan kemiskinan, dan perbaikan gini rasio adalah hasil gotong royong. Surabaya dibangun atas dasar kebersamaan, bukan semata-mata kapitalisme. Konsep ini menjadi landasan kuat bagi setiap program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah kota.

Salah satu poin penting dari kerja sama ini adalah sinkronisasi data mahasiswa PTS yang berasal dari keluarga miskin. Setelah data terverifikasi, Pemkot Surabaya akan memberikan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa dan keluarga mereka.

Bantuan UKT tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru, tetapi juga bagi mereka yang sudah berkuliah namun kesulitan membayar. Mahasiswa yang masuk dalam kategori Desil 1-5 akan mendapatkan penutupan UKT dari Pemkot Surabaya. Program ini secara langsung mendukung visi “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” di Surabaya, memberikan harapan nyata bagi banyak mahasiswa.

Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Budi Endarto, menyambut baik terobosan Wali Kota Eri Cahyadi ini. Pemetaan keluarga miskin dari Desil 1-5 dianggap sebagai langkah berani dan revolusioner. Budi mengakui bahwa selama ini banyak mahasiswa PTS yang berasal dari kategori keluarga miskin tersebut, sehingga bantuan ini akan sangat tepat sasaran.

Budi Endarto berharap bantuan pendidikan yang diberikan Pemkot Surabaya dapat mencapai target “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana” secara efektif. Program ini dinilai mampu mengubah kondisi di mana bantuan seringkali tidak tepat sasaran menjadi lebih terarah. Ini merupakan langkah maju dalam pemerataan akses pendidikan di Surabaya.

ABP-PTSI Jawa Timur berkomitmen untuk turut berkontribusi dan mengawal program ini. Mereka ingin memastikan bahwa target peningkatan kualitas pendidikan juga tercapai di perguruan tinggi swasta. Dengan demikian, PTS dapat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi