Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, secara aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan sampah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi potensi ekonomi yang menjanjikan bagi warga. Wakil Wali Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha, menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap sampah.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan volume sampah, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru. Pelatihan telah diselenggarakan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan pengelolaan sampah yang efektif. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri, pada hari Sabtu.
Wakil Wali Kota Kediri menegaskan bahwa masalah sampah memerlukan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, persoalan sampah diharapkan dapat teratasi secara komprehensif. Inisiatif ini merupakan langkah konkret menuju lingkungan yang lebih bersih dan ekonomi yang lebih kuat.
Advertisement
Advertisement
Perubahan Paradigma dan Kolaborasi Masyarakat
Wakil Wali Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha, atau akrab disapa Gus Qowim, menegaskan bahwa sampah rumah tangga harus dilihat sebagai sumber daya yang bernilai. Pandangan ini menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Kediri untuk menggerakkan masyarakat. "Kami mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Kami adakan pelatihan yang merupakan langkah konkret dalam mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah," katanya di Kediri.
Gus Qowim menjelaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya masalah lokal di Kota Kediri, melainkan isu global yang dihadapi banyak daerah. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. "Oleh karena itu, dalam persoalan sampah ini, semua lini harus bergerak. Saya mengapresiasi langkah kelompok masyarakat yang sudah mulai menginisiasi gerakan penanganan sampah di tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Sebab, persoalan ini tidak akan pernah tuntas bila hanya mengandalkan pemerintah daerah saja,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kediri sangat mengapresiasi inisiatif kelompok masyarakat yang telah memulai gerakan penanganan sampah. Partisipasi aktif ini membuktikan bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah Kediri semakin meningkat. Tanpa keterlibatan masyarakat, masalah sampah tidak akan pernah tuntas secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Mengubah Sampah Menjadi Peluang Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Inisiatif Pemkot Kediri ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Gus Qowim menekankan bahwa sampah harus mulai dilihat sebagai peluang, bukan lagi beban yang memberatkan. "Sampah harus mulai kita lihat sebagai peluang, bukan lagi beban. Jika setiap wilayah mampu menangani sampah sejak dari sumbernya dari rumah, RT, dan kelurahan, maka sampah tidak perlu lagi menumpuk di TPA," kata dia.
Jika setiap wilayah mampu menangani sampah sejak dari sumbernya, mulai dari rumah, RT, hingga kelurahan, penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat diminimalisir. Dengan inovasi dan kreativitas, sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. "Inilah saatnya kita memandang sampah sebagai sumber daya, ketika dikelola dengan baik,” kata Gus Qowim.
Pemerintah Kota Kediri secara khusus mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui program ini, masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi kompos. Kompos tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian skala rumah tangga, mendukung ketahanan pangan lokal.
Advertisement
Advertisement
Pelatihan Praktis dan Peningkatan Kapasitas Warga
Dalam pelatihan peningkatan kapasitas program ketahanan pangan berbasis sampah rumah tangga, peserta mendapatkan pembekalan praktik yang komprehensif. Materi disampaikan oleh Pendiri Rumah Kompos Kemuning, Sujiman, yang memiliki keahlian di bidang pengelolaan limbah. Pelatihan ini menjadi bagian penting dari program pengelolaan sampah Kediri.
Para peserta diajarkan berbagai teknik praktis, mulai dari pembuatan kompos menggunakan sampah organik hingga pembuatan sapu inovatif dari botol bekas air mineral. Keterampilan ini membekali masyarakat dengan cara-cara konkret untuk mengubah limbah menjadi produk bernilai jual. Ini juga menunjukkan bagaimana inovasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain materi pengelolaan sampah, pelatihan ini juga menyertakan pengetahuan tambahan mengenai jenis-jenis narkoba. Penambahan sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan di lingkungan masyarakat. Kehadiran Lurah Lirboyo Panji Hartawan dan Ketua Pokmas Lirboyo Mapan Priyo Basuki turut memeriahkan acara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews